Salam Mahasiswa!!
Sahabat mahasiswa, ketika hujan mengguyur kabupaten Bandung. Maka terjadilah bencana yang memang menjadi rutinan di kabupaten ini. Sebenarnya memang ada banyak penyebab, mulai dari daerahnya yang memang cekungan, kurang adanya daerah resapan air, dan hal yang tidak kalah memberikan kontribusi besar dalam banjir adalah sampah. Ini berkaitan dengan budaya dan kebiasaan masyarakat sekitar yang masih banyak membuang sampah di sungai. Oleh karena itu, kami dari BEM IT Telkom, BEM IM Telkom, dan BEM Politeknik Telkom bekerjasama dengan LSM internasional, Global Peace Volunteer(GPV) akan mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan. Adapun legiatan tersebut adalah:
1. 9-15 Oktober 2010, gerakan Power of Rupiah, sebuah gerakan kepedulian kepada sesama dalam bentuk pegumpulan uang dengan menggunakan sebuah box.
2. 16 Oktober 2010, mahasiswa peduli lingkungan, sebuah kegiatan untuk penyelamatan lingkungan untuk masyarakat sekitar kawasan yayasan pendidikan Telkom dimana didalamnya ada beberapa hal yaitu:
• pembukaan
• perbaikan dan atau pembuatan tempat sampah
• bersih-bersih lingkungan
• masak bersama warga.
Oleh karena itu, kami mengajak rekan-rekan Mahasiswa yang peduli kepada lingkungan kita untuk berpartisipasi dalam kedua kegiatan tersebut. Semoga langkah kecil ini bisa membawa kemanfaatan untuk lingkungan, masyarakat, dan bangsa.
Lingkungan kita, tanggung jawab kita bersama!
Jumat, 17 Desember 2010
Belajar Intensif SD Andir dan SD Mekarsari bersama SUJ dan KBM IT Telkom departemen pegabdian masyarakat 2010
Belajar Intensif SD Andir dan SD Mekarsari bersama
SUJ dan KBM IT Telkom
Hujan terus mengguyur kota Bandung selama beerapa hari, seakan enggan untuk berhenti. Dan kejadian yang sama kembali terulang pada tahun ini, banjir. Memang kata ini cukup tidak asing didengar di kota ini, khususnya pada musim penghujan, dan yang mendapat banyak perhatian setiap tahunnya adalah daerah Bandung Selatan. Begitu banyak penyebabnya, salah satunya karena daerah ini adalah daerah yang terletak di daerah cekungan, sehingga air dari daerah Bandung Utara dan sekitarnya berkumpul di tempat ini. Banjir tahun ini termasuk cukup parah apabila dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, pada dua tahun yang lalu, pada bulan Desember hujan sudah berhenti, tapi pada tahun ini sampai bulan Maret hujan masih turun dengan lebatnya. Sebenarnya awal Februari banjir sempat turun, tapi di akhir Februari ternyata air kembali naik dan hingga akhir maret air naik-turun tanpa tentu, barulah kira-kira awal April air sudah mulai menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dan berpeluang kecil banjir akan naik kembali.
Karena banjir yang cukup lama dan air banjir yang naik-turun tanpa tentu, bagitu banyak warga yang mengeluh mulai mereka yang tidak dapat mencari nafkah karena tempat kerja kebanjiran, akses ke lokasi kerja terputus, dan tidak sedikit pula petani yang mengalami gagal panen karena tempat bertani mereka terendam banjir. Tidak hanya para orang tua yang mengalami guncangan karena bencana ini, para murid sekolahpun banyak mengalami guncangan, karena mereka tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar, mulai dari yang sekolahnya kebanjiran, rumah murid kebanjiran sehingga buku dan berbagai perlengkapan sekolahpun ikut terendam banjir. Ini sungguh menyedihkan, apalagi ketika hal ini terjadi pada murid kelas VI, karena mulai 4 Mei 2010 mereka harus melaksanakan Ujian Nasional, tentu saja hal ini menjadi beban tersendiri untuk siswa, orang tua, dan para guru yang sekolahnya mengalami kebanjiran. Karena murid-murid tersebut bukan hanya ketinggalan waktu belajar, materi pelajaran, tapi kondisi psikis mereka juga cukup terguncang dengan kondisi ini. Dan ternyata Yayasan Satu Untuk Jabar (SUJ) yang dikelola oleh Ibu Gubernur Jawa Barat, Ibu Neti sangat jeli dalam membaca keadaan ini, sehingga muncullah program kegiatan belajar intensif untuk sekolah yag sampai hari ini belum dapat digunakan kegiatan belajar mengajar karena banjir, sehingga mereka terpaksa melaksankannya di UPTD, jalan..........., SD tersebut adalah SD Andir dan SD Mekarsari. Dalam menjalankan program ini, SUJ bekerjasama dangan Keluarga Besar Mahasiswa Institut Teknologi Telkom (KBM IT Telkom).
Kegiatan yang diberi nama......... mempunyai terget.....diawali pada ........berupa launching perpustakan di gedung Juang, Baleendah yang juga dihadiri oleh Ibu Neti beserta Yayasan SUJ, perwakilan SD Andir dan Mekarsari, juga perwakilan relawan dari mahasiswa IT Telkom. Sesuai kondisi anak kelas VI yang telah disebutkan diatas, ada beberapa program yang dijalakan untuk mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut. Karena kondisi psikis mereka yang cukup terguncang, sehingga sebelum memulai kegiatan belajar mengajar terdapat kegiatan trauma healing, untuk merefresh mereka, didalamnya terdapat kegiatan berupa motivasi, games, dan beberapa hal lain. Kegiatan ini dilakukan satu kali tiap minggu dan dilaksanakan selama dua kali yaitu pada 3 April dan 10 April, pada pertemuan pertama materi trauma healing lebih ditekankan bahwa mereka harus nyaman dan senang belajar di tempat belajar mereka yang baru karena sebenarnya mereka harus mengejar apa yang jauh di depan, yaitu UN 2010. Untuk pertemuan kedua, karena mereka akan segera memasuki program intensif belajar menuju UN 2010, maka pertemuan ini menekankan bahwa mereka harus lebih semangat belajar dan bisa lebih mengenal teman-teman mereka agar nantinya mereka bisa saling membantu dalam hal balajar, pada pertemuan kedua ini ditutup dengan pengucapan ikrar bersama (dua SD) bahwa mereka akan belajar lebih giat karena ingin membanggakan orang tua dan guru, dan bila tidak mereka harus siap menerima konsekuensi, apapun itu, hal ini berfungsi sebagai triger untuk semua pihak, baik murid, guru, dan stake holdernya.
Untuk mempersiapkan meteri menuju UN 2010, ada program intensif berupa pemberian try out dan pembahasan, kegiatan ini dilakukan mulai 12 April – 1 Mei. Dimana dalam pelaksanannya kegiatan try out dilakukan selama sembilan kali yang tiap minggunya dilaksanakan sebanyak tiga kali sesuai mata pelajaran yang diujikan, yaitu setiap Senin, Rabu, Jum’at. Sedangkan untuk pembahasan dilakukan pada hari Selasa, Kamis, Sabtu. Dan hasil try outnya akan diumumkan setiap hari Sabtu, jadi untuk mereka yang sedang mendapat nilai kurang memuaskan bisa lebih giat lagi belajar untuk try out kedepannya. Dalam teknisnya, untuk lebih mengefektifkan kegiatan ini karena jumlah murid berjumlah 113, maka dalam kegiatan try out dan pembahasan ini dibagi menjadi lima kelompok belajar.
Setelah dilihat hasil nilai try out, ada beberapa nilai yang jelek, dan kita mencoba sharing dengan guru di sekolah tersebut, ternyata salah satu permasalahanna adalah kurangnya dukungan dari orang tua. Karena berdasar pengamatan kami, waktu murid di rumah lebih lama daripada waktu di sekolah, akhirnya kami koordinasi dengan pihak sekolah untuk mengadakan ketemuan dengan orang tua wali murid yang didalamnya akan memberi pengertian kepada para orang tua untuk senantiasa memperhatikan anak belajar dan memberi perhatian lebih untuk anaknya, terutama menjelang UN 2010, dan itu juga didampingi oleh guru di SD tersebut. Untuk SD Mekarsari dilaksanakan pada 24 April 2010 dan SD Andir diadakan pada 28 April 2010. Dan rencananya kami di akhir juga akan memberikan nilai selama mengikuti try out, sebagai ucapan terima kasih dan pelaporan kami kepada orang tua.
Dan rencananya, ketika 1 Mei 2010, akan ada acara penutupan berupa do’a bersama agar nantinya Ujian Nasional tahun ini bisa diberkahi oleh Allah SWT dan murid kelas VI juga diberi kelancaran.
Kami tahu, bahwa apa yang kami lakukan ini masih sangat kecil apabila dibandingkan orang-orang diluar sana, tapi semoga apa yang kecil ini bisa memberi kemanfaata untuk orang lain. InsyaAllah, Barokallah..
(c4)
SUJ dan KBM IT Telkom
Hujan terus mengguyur kota Bandung selama beerapa hari, seakan enggan untuk berhenti. Dan kejadian yang sama kembali terulang pada tahun ini, banjir. Memang kata ini cukup tidak asing didengar di kota ini, khususnya pada musim penghujan, dan yang mendapat banyak perhatian setiap tahunnya adalah daerah Bandung Selatan. Begitu banyak penyebabnya, salah satunya karena daerah ini adalah daerah yang terletak di daerah cekungan, sehingga air dari daerah Bandung Utara dan sekitarnya berkumpul di tempat ini. Banjir tahun ini termasuk cukup parah apabila dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, pada dua tahun yang lalu, pada bulan Desember hujan sudah berhenti, tapi pada tahun ini sampai bulan Maret hujan masih turun dengan lebatnya. Sebenarnya awal Februari banjir sempat turun, tapi di akhir Februari ternyata air kembali naik dan hingga akhir maret air naik-turun tanpa tentu, barulah kira-kira awal April air sudah mulai menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dan berpeluang kecil banjir akan naik kembali.
Karena banjir yang cukup lama dan air banjir yang naik-turun tanpa tentu, bagitu banyak warga yang mengeluh mulai mereka yang tidak dapat mencari nafkah karena tempat kerja kebanjiran, akses ke lokasi kerja terputus, dan tidak sedikit pula petani yang mengalami gagal panen karena tempat bertani mereka terendam banjir. Tidak hanya para orang tua yang mengalami guncangan karena bencana ini, para murid sekolahpun banyak mengalami guncangan, karena mereka tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar, mulai dari yang sekolahnya kebanjiran, rumah murid kebanjiran sehingga buku dan berbagai perlengkapan sekolahpun ikut terendam banjir. Ini sungguh menyedihkan, apalagi ketika hal ini terjadi pada murid kelas VI, karena mulai 4 Mei 2010 mereka harus melaksanakan Ujian Nasional, tentu saja hal ini menjadi beban tersendiri untuk siswa, orang tua, dan para guru yang sekolahnya mengalami kebanjiran. Karena murid-murid tersebut bukan hanya ketinggalan waktu belajar, materi pelajaran, tapi kondisi psikis mereka juga cukup terguncang dengan kondisi ini. Dan ternyata Yayasan Satu Untuk Jabar (SUJ) yang dikelola oleh Ibu Gubernur Jawa Barat, Ibu Neti sangat jeli dalam membaca keadaan ini, sehingga muncullah program kegiatan belajar intensif untuk sekolah yag sampai hari ini belum dapat digunakan kegiatan belajar mengajar karena banjir, sehingga mereka terpaksa melaksankannya di UPTD, jalan..........., SD tersebut adalah SD Andir dan SD Mekarsari. Dalam menjalankan program ini, SUJ bekerjasama dangan Keluarga Besar Mahasiswa Institut Teknologi Telkom (KBM IT Telkom).
Kegiatan yang diberi nama......... mempunyai terget.....diawali pada ........berupa launching perpustakan di gedung Juang, Baleendah yang juga dihadiri oleh Ibu Neti beserta Yayasan SUJ, perwakilan SD Andir dan Mekarsari, juga perwakilan relawan dari mahasiswa IT Telkom. Sesuai kondisi anak kelas VI yang telah disebutkan diatas, ada beberapa program yang dijalakan untuk mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut. Karena kondisi psikis mereka yang cukup terguncang, sehingga sebelum memulai kegiatan belajar mengajar terdapat kegiatan trauma healing, untuk merefresh mereka, didalamnya terdapat kegiatan berupa motivasi, games, dan beberapa hal lain. Kegiatan ini dilakukan satu kali tiap minggu dan dilaksanakan selama dua kali yaitu pada 3 April dan 10 April, pada pertemuan pertama materi trauma healing lebih ditekankan bahwa mereka harus nyaman dan senang belajar di tempat belajar mereka yang baru karena sebenarnya mereka harus mengejar apa yang jauh di depan, yaitu UN 2010. Untuk pertemuan kedua, karena mereka akan segera memasuki program intensif belajar menuju UN 2010, maka pertemuan ini menekankan bahwa mereka harus lebih semangat belajar dan bisa lebih mengenal teman-teman mereka agar nantinya mereka bisa saling membantu dalam hal balajar, pada pertemuan kedua ini ditutup dengan pengucapan ikrar bersama (dua SD) bahwa mereka akan belajar lebih giat karena ingin membanggakan orang tua dan guru, dan bila tidak mereka harus siap menerima konsekuensi, apapun itu, hal ini berfungsi sebagai triger untuk semua pihak, baik murid, guru, dan stake holdernya.
Untuk mempersiapkan meteri menuju UN 2010, ada program intensif berupa pemberian try out dan pembahasan, kegiatan ini dilakukan mulai 12 April – 1 Mei. Dimana dalam pelaksanannya kegiatan try out dilakukan selama sembilan kali yang tiap minggunya dilaksanakan sebanyak tiga kali sesuai mata pelajaran yang diujikan, yaitu setiap Senin, Rabu, Jum’at. Sedangkan untuk pembahasan dilakukan pada hari Selasa, Kamis, Sabtu. Dan hasil try outnya akan diumumkan setiap hari Sabtu, jadi untuk mereka yang sedang mendapat nilai kurang memuaskan bisa lebih giat lagi belajar untuk try out kedepannya. Dalam teknisnya, untuk lebih mengefektifkan kegiatan ini karena jumlah murid berjumlah 113, maka dalam kegiatan try out dan pembahasan ini dibagi menjadi lima kelompok belajar.
Setelah dilihat hasil nilai try out, ada beberapa nilai yang jelek, dan kita mencoba sharing dengan guru di sekolah tersebut, ternyata salah satu permasalahanna adalah kurangnya dukungan dari orang tua. Karena berdasar pengamatan kami, waktu murid di rumah lebih lama daripada waktu di sekolah, akhirnya kami koordinasi dengan pihak sekolah untuk mengadakan ketemuan dengan orang tua wali murid yang didalamnya akan memberi pengertian kepada para orang tua untuk senantiasa memperhatikan anak belajar dan memberi perhatian lebih untuk anaknya, terutama menjelang UN 2010, dan itu juga didampingi oleh guru di SD tersebut. Untuk SD Mekarsari dilaksanakan pada 24 April 2010 dan SD Andir diadakan pada 28 April 2010. Dan rencananya kami di akhir juga akan memberikan nilai selama mengikuti try out, sebagai ucapan terima kasih dan pelaporan kami kepada orang tua.
Dan rencananya, ketika 1 Mei 2010, akan ada acara penutupan berupa do’a bersama agar nantinya Ujian Nasional tahun ini bisa diberkahi oleh Allah SWT dan murid kelas VI juga diberi kelancaran.
Kami tahu, bahwa apa yang kami lakukan ini masih sangat kecil apabila dibandingkan orang-orang diluar sana, tapi semoga apa yang kecil ini bisa memberi kemanfaata untuk orang lain. InsyaAllah, Barokallah..
(c4)
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN RELAWAN SD ANDIR DAN MEKARSARI SUJ feat departemen Pengabdian masyarakat Bem KBM IT Telkom 2010 feat KBM
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
RELAWAN SD ANDIR DAN MEKARSARI
1. Pendahuluan
Hujan terus mengguyur kota Bandung selama beberapa hari, seakan enggan untuk berhenti. Dan kejadian yang sama kembali terulang pada tahun ini, banjir. Karena banjir yang cukup lama dan air banjir yang naik-turun tanpa tentu, bagitu banyak warga yang mengeluh mulai mereka yang tidak dapat mencari nafkah karena tempat kerja kebanjiran, akses ke lokasi kerja terputus, dan tidak sedikit pula petani yang mengalami gagal panen karena tempat bertani mereka terendam banjir.
Tidak hanya para orang tua yang mengalami guncangan karena bencana ini, para murid sekolahpun banyak mengalami guncangan, karena mereka tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar, mulai dari yang sekolahnya kebanjiran, rumah murid kebanjiran sehingga buku dan berbagai perlengkapan sekolahpun ikut terendam banjir. Ini sungguh menyedihkan, apalagi ketika hal ini terjadi pada murid kelas VI, karena mulai 4 Mei 2010 mereka harus melaksanakan Ujian Nasional, tentu saja hal ini menjadi beban tersendiri untuk siswa, orang tua, dan para guru yang sekolahnya mengalami kebanjiran. Karena murid-murid tersebut bukan hanya ketinggalan waktu belajar, materi pelajaran, tapi kondisi psikis mereka juga cukup terguncang dengan kondisi ini. Dan ternyata Yayasan Satu Untuk Jabar (SUJ) yang dikelola oleh Ibu Gubernur Jawa Barat, Ibu Neti cukup jeli membaca kondisi ini, sehingga muncullah program kegiatan belajar intensif untuk SD yang mengalami banjir, SD tersebut adalah SD Andir dan SD Mekarsari. Dalam menjalankan program ini, SUJ bekerjasama dangan Keluarga Besar Mahasiswa Institut Teknologi Telkom (KBM IT Telkom).
Ketika pertama kali kami datang, SD Andir dan SD Mekarsari sedang belajar di UPTD SKB karena sekolah mereka mengalami kebanjiran. Tempat tersebut sangat kurang kondusif untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Belajar dengan sangat minim fasilitas sarana-prasarana, tanpa meja, suasana yang cukup bising, dan yang lebih parah sebuah gor ang cukup besar yang rentan dengan suasana bising ditempati oleh enam kelas tanpa sekat. Dan mereka bertahan di tempat tersebut cukup lama, SD Andir sekitar hampir dua bulan, tapi SD Mekarsari sudah sekitar empat bulan. Jenuh dangan kondisi belajar, kesulitan untuk menyampaikan dan menerima pelajaran, kaget dengan musibah banjir ini bahkan ada yng bercerita bahwa rumahnya hancur karena banjir, sehingga ketika UASBN sudah semakin dekat masih cukup banyak materi yang belum tersampaikan.
Grafik Nilai Adik-adik pekan 1
SD Andir 1
SD Mekarsari
Grafik Nilai Adik-adik pekan 2
SD Andir 1
Catatan: pada pekan ke 2, SD Mekarsari tidak mengadakan try out karena sedang ada Ujian Kenaikan Kelas.
SD Andir:
Pekan1 : Nilai rata-rata per mata pelajaran= 5
Presentase kelulusan, bila dimisalkan nilai minimal 4,5= 47.62%
Pekan2 : Nilai rata-rata= 4.76
Presentase kelulusan, bila dimisalkan nilai minimal 4,5= 50,79%
SD Mekarsari:
Pekan1 : Nilai rata-rata per mata pelajaran= 4.56
Presentase kelulusan, bila dimisalkan nilai minimal 4,5= 39.53%
Sebenarnya yang menentukan kelulusan adalah pihak sekolah sendiri, tapi kita memisalkan nilai minimalnya adalah 4,5. Tapi dari pihak sekolah tidak memperbolehkan menampilkan kelulusan, makanya ketika menempel hasil try out kami tidak menampilkan lulus atau tidaknya. Tapi dengan melihat hal tersebut yang niainya masih ada beberapa nilai yang kurang memuaskan. Kami mencoba untuk sharing dengan guru, dan hasilnya ternyata para murid mendapat nilai kurang memuaskan karena kurangnya dukungan dari orang tua, padahal waktu untuk dirumah lebih lama daripada disekolah. Oleh karena itu, kami mencoba melakukan beberapa hal untuk merangsang orang tua untuk memberikan perhatian lebih pada anak-anaknya, terutama menjelang UASBN. Kegiatan tersebut adalah mengumpulkan orang tua di sekolah dan mengirimkan nilai kepada orang tua. Selain itu, kami juga berusaha untuk memberi gambaran ketika nantinya SMP, agar mereka tidak kaget dengan suasana baru, teman baru, dan mereka bisa cepat beradaptasi.
2. Tujuan Kegiatan
• Mempersiapkan mental adik-adik dalam menghadapi UASBN
• Mempersiapkan materi adik-adik dalam menghadapi UASBN
• Mempersiapkan mental adik-adik sebelum masuk SMP
• Mencapai target lulus 100%
• Memberikan motivasi pada adik-adik untuk melanjutkan sekolah
3. Sasaran Kegiatan
• Murid kelas VI SD Andir dan Mekarsari tahun pelajaran 2009/2010
4. Waktu dan Tempat
a) Trauma healing
• Tempat : SD Andir dan UPTD SKB
• Tanggal : 3 dan 10 April 2010
b) Try out dan pembahasan
• Tempat : SD Andir dan UPTD SKB
• Tanggal : 12-30 April 2010
c) Do’a bersama dan motivasi
• Tempat : UPTD SKB
• Tanggal : 1 Mei 2010
5. Rencana Kegiatan
a) Trauma Healing tanggal 3 dan 10 April
b) Try out dan pembahasan tanggal 12-30 April
c) Pertemuan dengan orang tua murid SD Mekersari 24 April, SD Andir 28 April
d) Motivasi dan do’a bersama, 1 Mei, tempat UPTD SKB.
Susunan Acara Muhasabah
Waktu Acara
09.00 - 09.10
Pembukaan
09.10 – 09.31 Sambutan-sambutan
• KBM IT Telkom/SUJ
• SD Mekarsari
• SD Andir
09.31 – 09.41 Ice Breaking
09.41 – 09.51 Persembahan adik-adik
09.51 – 10.00 Peyetelan video dokumenter
10.00 – 10.45 Motivasi, Muhasabah dan do’a bersama
11.00 – 11.10 Persembahan relawan
11.10 - .... Penutupan, salaman
6. Rencana Anggaran
Jenis Pengeluaran
1. Rencana Anggaran
Rincian Pengeluaran Rincian Biaya Total Biaya
Soal Try Out
Untuk brifing tentor
Acara Motivasi dan Do’a Bersama
• Print soal dan jawaban soal
• Photo copy soal dan jawaban soal
• Penyewaan infokus
• Makanan untuk Tentor saat briefing
• Minuman untuk Tentor saat briefing
Konsumsi:
• Makanan: siswa(113)+ Guru(17)+ volunteer(20) = 150X @1600(2 macam kue)
• Minuman= 4dus@12.000
Perlengkapan:
• Sound:
• Transportasi untuk sound: 26 halamanX3minggu @ Rp 500=Rp 39.000,-
26 halaman x 3 minggu x 125 orang x @ Rp 95 rupiah= Rp 926.250
Rp 20.000
Rp 20.000
Rp 10.000
Rp 240.000,-
Rp 48.000,-
RP 100.000,-
Rp 100.000,-
Rp 965.250,-
Rp 50.000
Rp 488.000,-
Total Pengeluaran RP 1.503.250
7. Penutup
Demikian laporan ini dibuat dengan sebenar-benarnya. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat dan laporan ini juga bisa bermanfaat untuk pihak-pihak terkait. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam acara ini baik secara langsung maupun tidak langsung. Atas perhatian dan kerjsamanya disampaikan terima kasih.
Bandung, 29 April 2010
a.n. relawan Satu Untuk Jabar
Dokumentasi Kegiatan
a) Trauma Healing
b) Try Out dan Pembahasan
c) Temu dengan orang tua/wali siswa
d) Kondisi tempat belajar
tempat ini digunakan oleh enam kelas, tanpa sekat
Tanpa meja dan sarana prasarana lainnya.
RELAWAN SD ANDIR DAN MEKARSARI
1. Pendahuluan
Hujan terus mengguyur kota Bandung selama beberapa hari, seakan enggan untuk berhenti. Dan kejadian yang sama kembali terulang pada tahun ini, banjir. Karena banjir yang cukup lama dan air banjir yang naik-turun tanpa tentu, bagitu banyak warga yang mengeluh mulai mereka yang tidak dapat mencari nafkah karena tempat kerja kebanjiran, akses ke lokasi kerja terputus, dan tidak sedikit pula petani yang mengalami gagal panen karena tempat bertani mereka terendam banjir.
Tidak hanya para orang tua yang mengalami guncangan karena bencana ini, para murid sekolahpun banyak mengalami guncangan, karena mereka tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar, mulai dari yang sekolahnya kebanjiran, rumah murid kebanjiran sehingga buku dan berbagai perlengkapan sekolahpun ikut terendam banjir. Ini sungguh menyedihkan, apalagi ketika hal ini terjadi pada murid kelas VI, karena mulai 4 Mei 2010 mereka harus melaksanakan Ujian Nasional, tentu saja hal ini menjadi beban tersendiri untuk siswa, orang tua, dan para guru yang sekolahnya mengalami kebanjiran. Karena murid-murid tersebut bukan hanya ketinggalan waktu belajar, materi pelajaran, tapi kondisi psikis mereka juga cukup terguncang dengan kondisi ini. Dan ternyata Yayasan Satu Untuk Jabar (SUJ) yang dikelola oleh Ibu Gubernur Jawa Barat, Ibu Neti cukup jeli membaca kondisi ini, sehingga muncullah program kegiatan belajar intensif untuk SD yang mengalami banjir, SD tersebut adalah SD Andir dan SD Mekarsari. Dalam menjalankan program ini, SUJ bekerjasama dangan Keluarga Besar Mahasiswa Institut Teknologi Telkom (KBM IT Telkom).
Ketika pertama kali kami datang, SD Andir dan SD Mekarsari sedang belajar di UPTD SKB karena sekolah mereka mengalami kebanjiran. Tempat tersebut sangat kurang kondusif untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Belajar dengan sangat minim fasilitas sarana-prasarana, tanpa meja, suasana yang cukup bising, dan yang lebih parah sebuah gor ang cukup besar yang rentan dengan suasana bising ditempati oleh enam kelas tanpa sekat. Dan mereka bertahan di tempat tersebut cukup lama, SD Andir sekitar hampir dua bulan, tapi SD Mekarsari sudah sekitar empat bulan. Jenuh dangan kondisi belajar, kesulitan untuk menyampaikan dan menerima pelajaran, kaget dengan musibah banjir ini bahkan ada yng bercerita bahwa rumahnya hancur karena banjir, sehingga ketika UASBN sudah semakin dekat masih cukup banyak materi yang belum tersampaikan.
Grafik Nilai Adik-adik pekan 1
SD Andir 1
SD Mekarsari
Grafik Nilai Adik-adik pekan 2
SD Andir 1
Catatan: pada pekan ke 2, SD Mekarsari tidak mengadakan try out karena sedang ada Ujian Kenaikan Kelas.
SD Andir:
Pekan1 : Nilai rata-rata per mata pelajaran= 5
Presentase kelulusan, bila dimisalkan nilai minimal 4,5= 47.62%
Pekan2 : Nilai rata-rata= 4.76
Presentase kelulusan, bila dimisalkan nilai minimal 4,5= 50,79%
SD Mekarsari:
Pekan1 : Nilai rata-rata per mata pelajaran= 4.56
Presentase kelulusan, bila dimisalkan nilai minimal 4,5= 39.53%
Sebenarnya yang menentukan kelulusan adalah pihak sekolah sendiri, tapi kita memisalkan nilai minimalnya adalah 4,5. Tapi dari pihak sekolah tidak memperbolehkan menampilkan kelulusan, makanya ketika menempel hasil try out kami tidak menampilkan lulus atau tidaknya. Tapi dengan melihat hal tersebut yang niainya masih ada beberapa nilai yang kurang memuaskan. Kami mencoba untuk sharing dengan guru, dan hasilnya ternyata para murid mendapat nilai kurang memuaskan karena kurangnya dukungan dari orang tua, padahal waktu untuk dirumah lebih lama daripada disekolah. Oleh karena itu, kami mencoba melakukan beberapa hal untuk merangsang orang tua untuk memberikan perhatian lebih pada anak-anaknya, terutama menjelang UASBN. Kegiatan tersebut adalah mengumpulkan orang tua di sekolah dan mengirimkan nilai kepada orang tua. Selain itu, kami juga berusaha untuk memberi gambaran ketika nantinya SMP, agar mereka tidak kaget dengan suasana baru, teman baru, dan mereka bisa cepat beradaptasi.
2. Tujuan Kegiatan
• Mempersiapkan mental adik-adik dalam menghadapi UASBN
• Mempersiapkan materi adik-adik dalam menghadapi UASBN
• Mempersiapkan mental adik-adik sebelum masuk SMP
• Mencapai target lulus 100%
• Memberikan motivasi pada adik-adik untuk melanjutkan sekolah
3. Sasaran Kegiatan
• Murid kelas VI SD Andir dan Mekarsari tahun pelajaran 2009/2010
4. Waktu dan Tempat
a) Trauma healing
• Tempat : SD Andir dan UPTD SKB
• Tanggal : 3 dan 10 April 2010
b) Try out dan pembahasan
• Tempat : SD Andir dan UPTD SKB
• Tanggal : 12-30 April 2010
c) Do’a bersama dan motivasi
• Tempat : UPTD SKB
• Tanggal : 1 Mei 2010
5. Rencana Kegiatan
a) Trauma Healing tanggal 3 dan 10 April
b) Try out dan pembahasan tanggal 12-30 April
c) Pertemuan dengan orang tua murid SD Mekersari 24 April, SD Andir 28 April
d) Motivasi dan do’a bersama, 1 Mei, tempat UPTD SKB.
Susunan Acara Muhasabah
Waktu Acara
09.00 - 09.10
Pembukaan
09.10 – 09.31 Sambutan-sambutan
• KBM IT Telkom/SUJ
• SD Mekarsari
• SD Andir
09.31 – 09.41 Ice Breaking
09.41 – 09.51 Persembahan adik-adik
09.51 – 10.00 Peyetelan video dokumenter
10.00 – 10.45 Motivasi, Muhasabah dan do’a bersama
11.00 – 11.10 Persembahan relawan
11.10 - .... Penutupan, salaman
6. Rencana Anggaran
Jenis Pengeluaran
1. Rencana Anggaran
Rincian Pengeluaran Rincian Biaya Total Biaya
Soal Try Out
Untuk brifing tentor
Acara Motivasi dan Do’a Bersama
• Print soal dan jawaban soal
• Photo copy soal dan jawaban soal
• Penyewaan infokus
• Makanan untuk Tentor saat briefing
• Minuman untuk Tentor saat briefing
Konsumsi:
• Makanan: siswa(113)+ Guru(17)+ volunteer(20) = 150X @1600(2 macam kue)
• Minuman= 4dus@12.000
Perlengkapan:
• Sound:
• Transportasi untuk sound: 26 halamanX3minggu @ Rp 500=Rp 39.000,-
26 halaman x 3 minggu x 125 orang x @ Rp 95 rupiah= Rp 926.250
Rp 20.000
Rp 20.000
Rp 10.000
Rp 240.000,-
Rp 48.000,-
RP 100.000,-
Rp 100.000,-
Rp 965.250,-
Rp 50.000
Rp 488.000,-
Total Pengeluaran RP 1.503.250
7. Penutup
Demikian laporan ini dibuat dengan sebenar-benarnya. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat dan laporan ini juga bisa bermanfaat untuk pihak-pihak terkait. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam acara ini baik secara langsung maupun tidak langsung. Atas perhatian dan kerjsamanya disampaikan terima kasih.
Bandung, 29 April 2010
a.n. relawan Satu Untuk Jabar
Dokumentasi Kegiatan
a) Trauma Healing
b) Try Out dan Pembahasan
c) Temu dengan orang tua/wali siswa
d) Kondisi tempat belajar
tempat ini digunakan oleh enam kelas, tanpa sekat
Tanpa meja dan sarana prasarana lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)