Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Agustus 2013

Tentang #R4BIA

saat ini sedang ramai tentang #R4BIA #R4bia pertama kali diperkenalkan oleh Perdana Menteri Turki, Recep Tayip Erdogan sebagai bentuk perlawanan terhadap pembantaian yang dilakukan oleh pemerintahan kudeta, dibawah kepemimpinan As-sisi, mentri Hukum saat Mursi memimpin Mesir. suasana saat perkenalan simbol oleh Erdogan:
Rabi’ah/arba’ah memiliki arti Empat (seperti arti nama saya juga, Catur-GeJe). Rab’ah (angka 4) dijadikan sebagai simbol dari empat kekuatan dalam kondisi Mesir saat ini, yaitu keteguhan, kekuatan, perlawanan dan persatuan untuk seluruh dunia yang mencintai kebebasan. Simbol 4 jari sebagai simbol untuk mengenang markas demonstran Pro Mursi di Rabi’ah yang telah dihancurkan oleh tentera junta. Simbol 4 jari untuk menunjuk ikon Rabi’ah. Ini atas nama Kemanusiaan bukan hanya Agama. saya akan share sedikit foto2 tentang itu. Emre pun menunjukkan kepeduliannya:
yang cukup unik, Polisi jga menunjukkan kepeduliannya :)
As-Sisi Laknatulloh
beberapa aksi di Indonesia:
Mari Peduli!! mari senantiasa menyelipkan do'a untuk mereka.

Rabu, 09 Februari 2011

Keajaiban Al Qur’an dan Ilmu Pengetahuan



Benar kiranya jika Al Qur’an disebut sebagai mukjizat. Bagaimana tidak, ternyata ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di abad ke 7 masehi di mana ilmu pengetahuan belum berkembang (saat itu orang mengira bumi itu rata dan matahari mengelilingi bumi), sesuai dengan ilmu pengetahuan modern yang baru-baru ini ditemukan oleh manusia.

Sebagai contoh ayat di bawah:

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” [Al Anbiyaa:30]

Saat itu orang tidak ada yang tahu bahwa langit dan bumi itu awalnya satu. Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang dan teori ilmiyah lainnya menyatakan bahwa alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu. Kemudian akhirnya pecah menjadi sekarang ini.

Kemudian ternyata benar segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu pasti mengandung air dan juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah satu indikasi adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil ada kehidupan. Inilah satu kebenaran ayat Al Qur’an.

Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)

Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:

“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)

Langit yang mengembang (Expanding Universe)

Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)

Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

Menurut Stephen Hawkings dengan teori Big Bang, sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Teori lain seperti Inflationary juga berpendapat jagad raya terus berkembang. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.

Gunung yang Bergerak

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.” [QS 27:88]

14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Qur’an disebutkan gunung itu bergerak.

Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.

Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.

Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.

Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.

Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:

Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)

Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)

Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (Al Qur’an, 15:22)

Ramalan Kemenangan Romawi atas Persia

“Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (Al Qur’an, 30:1-4)

Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

Diselamatkannya Jasad Fir’aun

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu” [QS 10:92]

Foto Fir'aun Ramses 2Maurice Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Fir’aun di Mesir. Pada mumi Ramses II Dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat tinggi pada tubuhnya. Dia baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata Ramses II ini adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah swt ketika sedang mengejar Nabi Musa as.

Injil & Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam; tetapi hanya Al-Quran yang kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah swt, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Perhatikan bahwa Nabi Muhammad saw hidup 3000 tahun setelah kejadian tersebut, dan tidak ada cara informasi tersebut (selamatnya mayat Ramses II) dapat ditemukan beliau (karena di Injil & Taurat pun tidak disebut). Makam Fir’aun, Piramid, yang tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817. Namun Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang firman Allah swt (bukan buatan Nabi Muhammad saw).

Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan

Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]

Kita dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang berpasangan baik dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup. Yang penting adalah untuk mengingat pemikiran yang dijelaskan dalam ayat itu secara rambang dan untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dengan Sains masa ini.

Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”

Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui letupan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan.

Tulisan di atas hanyalah sebagian kecil dari keajaiban Al Qur’an yang ada dan ternyata sesuai dengan ilmu pengetahuan modern. Bagi yang ingin tahu lebih banyak silahkan baca buku referensi di bawah.

Jelas Al Qur’an itu benar dan tak ada keraguan di dalamnya.

”Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]

Jika agama lain bisa punya lebih dari 4 versi kitab suci yang berbeda satu dengan lainnya, maka Al Qur’an hanya ada satu dan tak ada pertentangan di dalamnya:

”Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” [An Nisaa’:82]

Al Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang bisa dihafal jutaan manusia (Hafidz/penghafal Al Qur’an) sehingga keaslian/kesuciannya selalu terjaga.

.

Sumber:

Harun Yaya

Mukjizat Al Qur’an, Prof. Dr. Quraisy Syihab

BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern

Dr. Maurice Bucaille

Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science

Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi

Penerbit Bulan Bintang, 1979

Kramat Kwitang I/8 Jakarta

http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-15-1181/

http://media-islam.or.id/2007/11/07/keajaiban-al-quran-dan-ilmu-pengetahuan/

Sabtu, 15 Januari 2011

Islam, Pemuda dan Perubahan



Pemuda merupakan sosok manusia yang memiliki semangat yang sangat tinggi dan merupakan generasi penerus bangsa. Hampir di setiap negara, peran mahasiswa sangat signifikan dalam melakukan gerakan – gerakan perubahan demi kemajuan bangsanya. Mereka senantiasa mengoreksi pemerintah ketika terdapat kebijakan – kebijakan yang diturunkan tidak berpihak kepada masyarakat. Pemuda, khususnya para mahasiswa, mereka adalah para muda yang memilki tingkat intelektual yang tinggi dan berkesempatan untuk menempuh pendidikan lebih lanjut. Kampus yang menjadi tempat para mahasiswa menimba ilmu juga merupakan tempat bagi mahasiswa untuk mengasah tingkat ideologi mereka, tingkat kepekaan serta menjadi pribadi – pribadi yang terus berusaha untuk menciptakan suatu hal yang terbaik bagi bangsa ini. Berawal dari sinilah maka terbentuk para pemuda yang sangat kritis dalam menanggapi permasalahan – permasalahan yang ada di bangsa ini. Ketika mereka menyuarakan aspirasi rakyat kepada pemerintah tidak serta merta pemerintah pun langsung menanggapinya, bahkan tidak mustahil para mahasiswa malah mendapatkan serangan balik dari pemerintah. Dalam Islam, ketika kita melihat kemungkaran maka cegahlah dengan perbuatan. Jika tidak sanggup maka cegahlah dengan lisan dan jika tidak sanggup juga maka ingkarilah dengan lisan. Puncak perjuangan teringgi adalah ketika kita meyuarakan kebenaran didepan pemerintah yang dzalim.
Islam, pemuda dan perubahan, ketiganya mempunyai keterkaitan yang sulit untuk dipisahkan. Tatkala seorang pemuda yang dalam kesehariannya menerapkan prinsip – prisnip Islam maka jiwa – jiwa inilah yang senantiasa tergerak dan terpanggil untuk melakukan suatu perubahan. “Beramar ma’ruf nahyi munkar”, melakukan kebaikan dan mencegah yang buruk..
Pemuda dan perubahan masyarakat
• Setiap bangsa memiliki gambaran tentang masa depan yang ingin dicapainya.
• Harapan-harapan itu diharapkan dapat diwujudkan oleh negara yang dibentuk oleh bangsa itu.
• Namun dalam perjalanannya, negara tidak dapat menjalankan peran itu sendirian.
• Pemuda sebagai salah satu pusat perubahan alternatif sering kali menjadi tumpuan harapan alternatif, bila peran perubahan yang seharusnya diemban oleh negara terkendala oleh berbagai hal.
Karakteristik Pemuda
Berdasarkan letaknya yang berada diantara akhir masa remaja sampai akhir dewasa awal, maka pemuda memiliki ciri-ciri yang secara positif dan negatif disatukan sebagai berikut :
1. Kemampuan koginitifnya sudah penuh, hal ini tercermin dari kemampuan pemuda dalam mengetahui dan memahami suatu persoalan yang pada akhirnya dapat membentuk sikap pemuda terhadap permasalahan yang dihadapinya
2. Kematangan emosional, bahwa pemuda dengan dilandasi kemampuan berpikirnya dapat mengendalikan dan menempatkan emosinya dalam menghadapi permasalahan.
3. Fungsi reproduksinya meningkat, sejalan dengan perkembangan biologis seorang pemuda adalah kelompok manusia yang lebih siap untuk menikah dan memiliki keturunan.
4. Banyak masalah, bahwa pemuda memang kaya akan ide-ide, dan ide ini sendiri dilandasi oleh nilai-nilai ideal. Namun tidak semua ide dan keinginan tersebut dapat terwujud karena kondisi di masyarakat sulit sekali mewujudkan nilai ideal tersebut.
5. Keterasingan sosial, kemampuannya untuk berpikir ideal dan tidak memihak acapkali mendorong pemuda pada keadaan yang terasing dari lingkungan sosial.
6. Rasa tanggungjawab yang tinggi, hal ini dilandasi keinginan untuk mewujudkan segala sesuatu yang menjadi keinginannya. Akibatnya segala sesuatu yang dikerjakan, dilakukannya secara bertanggungjawab.
7. Kreatif dan inovatif, hal ini berkaitan dengan penciptaan ide-ide atau pemikiran-pemikiran yang berkaitan dengan masalah yang sedang dihadapi.
8. Ketergantungan dengan generasi yang lebih tua, hal ini dilandasi kenyataan pemuda itu masih kurang akan pengalaman dan pengalaman itu adanya pada generasi yang lebih tua


Pemuda dan perannya dalam rekonstruksi ideologi sebuah bangsa
• Eksistensi sebuah negara bangsa tidaklah lepas dari ideologi yang melatarbelakangi-nya.
• Pada masa-masa awal rekonstruksi setiap ideologi biasanya dibutuhkan para pemuda.
• Berikut ini adalah berbagai kasus tentang peran para pemuda sebagai pelopor bagi rekonstruksi sebuah ideologi.
Perkembangan pemuda dalam perspektif psikologi perkembangan memiliki ciri sebagai manusia yang matang yaitu :
1. berorientasi pada tugas
2. jelas tujuan hidupnya
3. mengendalikan perasaan pribadi/emphati
4. kritis dan kaya akan saran
5. berusaha mewujudkan keinginan pribadi
6. Penilaian diri yang realistis
Peran Pemuda Masa Depan
• Memperhatikan peran-peran sejarah yang pernah dilakukan para pemuda di berbagai bangsa dan ideologi, nampak adanya hukum alam (sunnatullah) yang harus diperhatikan oleh bangsa Indonesia jika ingin bangkit depan, bahwa mereka harus mengoptimalkan potensi pemuda yang mereka miliki.
• Sebaliknya para pemuda hendaknya selalu mempersiapkan diri agar dapat memenuhi panggilan tugas dari bangsanya untuk menggapai cita-citanya.
• Ruang lingkup peran pemuda di masa depan tidaklah jaun dari satu kata kunci yang melegenda, yakni: KEPELOPORAN.

38 TUGAS MUJAHID MUSLIM




Konsepsi- Rabu, 15 Agustus 2001



Mujahid Muslim adalah setiap kaum muslimin yang secara bersungguh-sungguh berjuang untuk agamanya kapanpun dan dimanapun ia berada, serta dimanapun posisinya. Berikut adalah 38 Tugas Mujahid Muslim yang dipaparkan dalam buku Risalatuttaklim:

1. Bacalah Alqur'an setiap hari. Usahakan tamat[khatam]dalam satu bulan.
2. Telitilah tilawah [bacaan] dan terjemahannya dengan seksama diwaktu waktu luang. Pelajarilah kehidupan sehari-hari Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Hafalkan minimal 40 hadits, dan pahamilah pengetahuan tentang prinsip-prinsip aqidah serta hukum islam.
3. Jagalah kesehatan badan, selalu check up dan obati segera penyakit yang timbul. Berlatihlah bela diri dan jauhi semua penyebab kelemahan badan.
4. Kurangi minum kopi, teh, dan minuman perangsang lainnya serta jangan sekali-kali merokok.
5. jaga kerapihan dan kebersihan diri, pakaian, makanan, rumah dan tempat bekerja.
6. jujurlah selalu dan jangan sekali-kali berdusta
7. Tepatilah setiap janji dan jangan melanggarnya.
8. Jadilah pemberani dan tabah. katakan kebenaran walaupun kamu sendiri membencinya. Jagalah rahasia, akui kesalahan secara kesatria dan kendalikan diri sewaktu marah.
9. Selalu serius dan penuh keyakinan, namun tetaplah tersenyum dan berkelakar yang wajar.
10. Hidupkan sifat malu, lembut perasaan dan sensitif kepada keburukan dan hiduplah sederhana sesuai dengan kemampuan. Bersikaplah tawadhu' tetapi tanpa menghinakan diri.
11. Berlaku adillah dalam memutuskan segala sesuatu, tidak terbakar oleh kemarahan dan tidak terbujuk oleh rayuan dan kenikmatan. Janganlah dendam menghalangi berterima kasih. Katakan yang benar walaupun pahit, biarpun mengenai dirimu sendiri atau orang-orang yang akrab denganmu.
12. Libatkanlah dirimu secara aktif dan penuh gairah dalam kegiatan2 sosial. Kamu harus merasa bahagia setiap kali dapat berbuat untuk orang lain. Kunjungilah yang sakit, tolonglah yang membutuhkan, bantulah yang lemah, ringankanlah penderitaan orang walaupun hanya dengan secercah senyum dan kata-kata yang menghibur.
13. Jadilah pema'af, kasihanilah sesama manusia dan sayangilah binatang. Berlaku baik kepada setiap orang, sayang kepada yang muda dan hormat kepada yang tua. Luangkanlah tempat bagi saudara2 mu di tempat-tempat pertemuan, jangan gaduh, mintalah izin ketika masuk rumah dan ketika mau keluar rumah.
14. Giatlah membaca dan menulis. Milikilah perpustakaan pribadi walaupun kecil. Perbanyaklah menelaah tulisan saudaramu. Selamilah dalam2 ilmu keahlian kejuruanmu, disamping itu tambahlah pengetahuanmu dengan ilmu islam, sehingga dapat memecahkan persoalan yang timbul sehari-hari.
15. Berusahalah untuk bekerja walaupun engkau seorang kaya. Dan dahulukanlah pekerjaan yang bebas[wiraswasta] walaupun penghasilannya kecil. Dan hendaklah engkau menyukai pekerjaan itu walaupun engkau mempunyai bakat- bakat ilmiah yang lain.
Ingat nabi-mu pun berdagang disela-sela kesibukannya.
16. Janganlah terlalu tamak kedudukan [pekerjaan] dipemerintahan. Dan yakinkan bahwa itu pintu rizki yang paling sempit. tetapi jangan engkau tolak jika ada kesempatan untuk itu. Dan jangan engkau tinggalkan masalah2 itu kecuali bertentangan dengan maslahat2 dakwa.
17. Kerjakanlah tugas-tugasmu sesempurnah mungkin, jauhi kecurangan dan mencuri [korupsi] besar atau kecil. Taati jadwal dan jangan terlambat masuk kantor/tempat.
18. Tuntutlah hak-hakmu dengan gigih dan sopan, dilain pihak tunaikan hak-hak orang lain tanpa mengurangi atau memotongnya.
19. Hindari segala macam bentuk perjudian, betapapun menarik hadiahnya dan jauhilah cara-cara manarik keuntungan yang menyimpang [haram] walaupun cepat hasilnya [labanya]
20. Hindarilah praktek-praktek riba didalam transaksi-transaksimu. Sucikanlah langkah2 mu dari sentuhan riba.
21. Bantulah badan-badan dan lembaga-lembaga islam, usahakanlah agar uang mu jatuh kepada saudara-saudaramu, berbelanjalah kepada orang-orang Islam. Dahulukanlah mereka dalam setiap bisnis dan urusan dari pada orang lain. Utamakanlah memakai barang hasil bumi dari negeri-negeri Islam. Bantulah dakwa dengan sebagian hartamu.
22. Bayarlah zakat, betapapun sedikit penghasilanmu, dengan penuh kesadaran bahwa hak fakir-miskin yang terselip dihartamu. Karena sesunggunya banyak saudara2 mu yang takut atau malu untuk meminta sementara mereka sangat membutuhkan.
23. Sisihkanlah sebagian dari hartamu [penghasilanmu] buat pengeluaran yang tak terduga betapapun kecilnya penghasilanmu, jangan bermewah-mewahan atau berlebih-lebihan.
24. Usahakanlah menghidupkan kembali tradisi-tardisi Islam yang saat ini ditinggalkan seperti: kata2 ucapan selamat, salam, bahasa, kalender Islam, pakaian, perabot rumah tangga. Penetapan saat2 kerja dan istirahat, makan, dan minum, saat berangkat dan tiba, ucapan2 waktu gembira dan sedih. Kembalilah semuanya kepada contoh Nabi SAW, dan tinggalkanlah semuanya kepada contoh2 dari yang lain.
25. Putuskanlah hubunganmu dengan pengadilan2 yang tidak Islami. Tinggalkanlah organisasi dan lembaga-lembaga, sekolah-sekolah, surat kabar-surat kabar yang memusuhi ideologi Islam.
26. Berusahalah sekuat tenaga untuk merasa diawasi ALLOH. Ingatlah akhirat dan persiapkan dirimu untuk menghadapinya. Berjalanlah menuju ridha ALLOH dengan penuh semangat. Dekatkan dirimu kepada ALLOH dengan ibadah sunah seperti qiyamul lail, shaum sunah minimal tiga hari tiap bulan. Perbanyaklah zikir dengan hati dan lisan. Berdo'alah dengan do'a yang masyur dari Nabi SAW.
27. Sempurnakanlah kemurnian dan kebersihan pribadimu, usahakanlah selalu dalam keadaan suci [berwudhu] senantiasa.
28. Sempurnakanlah shalatmu dan usahakanlah tepat pada waktunya. Berusahalah sekuat tenaga shalat berjama'ah sesering mungkin di masjid.
29. Sempurnakanlah puasa di bulan Ramadhan dan pergilah menunaikan ibadah haji di Ka'bah Baitullah bila mampu. Bila tidak mampu jadikanlah haji sebagai cita2 hidupmu dan bekerja keraslah untuk mencapainya.
30. Pupuklah selalu semangat jihad dan gandrung untuk mati syahid dijalan ALLOH serta bersiap-siaplah untuk itu.
31. Sering-seringlah beristighfar dan bertaubat minta ampunan ALLOH SWT atas dosa-dosamu. Usahakanlah menghindari dosa-dosa kecil apalagi dosa-dosa besar. Sediakan waktu sesaat setiap malam sebelum tidur untuk muhasabah[mawas diri] atas perbuatan2 baik dan burukmu sehari tadi. Peliharalah waktumu, sebab ia adalah kehidupanmu.
32. Berjuanglah menundukkan hawa nafsu, kendalikan emosi, salurkanlah dorongan [nafsu] seksual pada jalan yang halal [nikah].
33. Sama sekali jauhilah segala jenis minuman keras dan benda-benda yang memabukkan lainnya.
34. Hindari teman-teman yang buruk dan lingkungan pergaulan yang jahat. Jauhilah tempat-tempat dosa dan maksiat.
35. Jangan kunjungi tempat2 hiburan dan permainan yang melalaikan. Jauhilah segala bentuk kemewahan untuk mencegahmu menjadi lembek dan malas.
36. Penuhi kewajiban-kewajiban terhadap saudaramu yakni kasih sayang, menolong, mengutamakan, mendahulukan mereka, bersilaturrahmi secara teratur dan pasti kecuali sebab2 yang tak teratasi.
37. Lepaskanlah segala hubungan dengan organisasi-organisasi yang tidak bermanfaat bagi tujuan-tujuan sucimu.
38. Serukanlah ajaran-ajaran Islam dimana saja kamu berada, jangan pernah terlepas dari masalah-masalah Islam dan jadikanlah dirimu laksana prajurit dibarak yang sedang siap siaga menunggu komando.

[dari Risalatut Ta'lim]

Selasa, 11 Januari 2011

Bantahan AA Gym ttg Isu Perceraiannya-- & penjelasan larangan ghibah



by Ibraheem Shaleh on Friday, January 7, 2011 at 11:15am

"Sejujurnya saya sangat tidak tertarik mengomentari isu, tetapi karena dikhawatirkan menjadi fitnah...Itu adalah berita yang sangat palsu, tidak berdasar, dusta, dan silakan dicek ke pengadilan agama mana pun," ujar Aa Gym .



Sementara menurut pejabat Hubungan Masyarakat Pengadilan Agama Bandung, Osin Moh. Muhsin, sampai saat ini belum ada surat gugatan apa pun dari pihak Teh Ninih.



"Membuat berita palsu siapa pun, menyebarkannya. Ini adalah perbuatan yang sangat tercela, menyakiti, sangat mengganggu dan menzalimi sehingga benar-benar harus dihentikan segera. Tobat bagi siapa pun dan jangan pernah ulangi. Semoga Allah mengampuni...Hargailah privasi orang lain," kata Aa Gym



(dirangkum dari beberapa sumber, sengaja tidak di-share langsung, demi meminimalkan ghibah)



Larangan Ghibah:



Dari Ubaid,maula Rasulullah saw katanya : "Ada dua orang wanita,kedua-duanya puasa.Kemudian seorang lelaki berkata kepada Rasulullah saw : "Wahai Rasulullah!Ada dua wanita kedua-duanya puasa dan mereka hampir saja mati kehausan".



Rasulullah berpaling dari orang itu lalu baginda diam.Kemudian orang itu kembali dan berkata pula : Wahai Nabi Allah,kedua-keduanya sungguh hampir mati!"

Sabda Rasulullah saw :"Panggillah mereka ke mari".

Kata Ubaid : "Wanita itu datang keduanya."Maka dibawa orang ke dalam majlis itu sebuah mangkuk besar.Sabda Rasulullah saw kepada salah seorang wanita tersebut :"Muntahlah!".

Wanita itu memuntahkan nanah,darah dan daging sampai setengah mangkuk.Kemudian beliau suruh pula wanita yang satu lagi :"Muntahlah!".Wanita itu memuntahkan nanah,darah,daging dan sebagainya sampai penuh mangkuk tersebut.



Kemudian Rasulullah saw bersabda :

"Wanita itu puasa keduanya dari apa yang dihalalkan Allah kepada mereka.Tetapi mereka berbuka dengan barang yang diharamkan Allah terhadap mereka.Yang satu mengunjungi yang lain,lantas mereka memakan daging manusia bersama-sama".

(HR Ahmad,Ibnu Abu Dunya,Abu Daud,Ath Thayaalisi dan Baihaqi dari Anas)



Dlm hadits Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلِ اْلإِيْمَانُ قَلْبَهُ، لاَ تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِيْنَ، وَلاَ تَتَّبِعُوْا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعِ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَوْرَاتِهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ



“Wahai sekalian orang yg beriman dgn lisan dan iman itu belum masuk ke dlm hatinya5. Janganlah kalian mengghibah kaum muslimin dan jangan mencari-cari/mengintai aurat6 mereka. Karena orang yg suka mencari-cari aurat kaum muslimin Allah akan mencari-cari auratnya. Dan siapa yg dicari-cari aurat oleh Allah niscaya Allah akan membongkar di dlm rumah .”

Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma menyampaikan hadits yg sama ia berkata “Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar lalu menyeru dgn suara yg tinggi:

يَا مَعْشَرَ مَنْ أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُفْضِ اْلإِيْمَانُ إِلَى قَلْبِهِ، لاَ تُؤْذُو الْمُسْلِمِيْنَ، وَلاَ تُعَيِّرُوْهُمْ، وَلاَ تَتَّبِعُوْا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ، يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ

“Wahai sekalian orang yg mengaku berislam dgn lisan dan iman itu belum sampai ke dlm hatinya. Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin janganlah menjelekkan mereka jangan mencari-cari aurat mereka. Karena orang yg suka mencari-cari aurat saudara sesema muslim Allah akan mencari-cari auratnya. Dan siapa yg dicari-cari aurat oleh Allah niscaya Allah akan membongkar walau ia berada di tengah tempat tinggalnya.”

Jumat, 17 Desember 2010

Semangat Sumpah Pemuda


Semangat Sumpah Pemuda
81 tahun sudah, Momen 28 Oktober adalah momen yang tepat untuk para pemuda Indonesia, karena itu adalah prestasi besar pemuda zaman itu. Ketika kita berada dalam tekanan para penjajah, para pemuda saat itu berusaha untuk membuat suatu gerakan yang satu untuk mempersatukan para pemuda Indonesia, sebuah gerakan yang kembali mengharumkan kaum muda dihadapan masyarakat Indonesia. Gerakan itu telah dimulai ketika kelompok pemuda dari berbagai golongan, suku, agama, aliran politik merasa perlunya sebuah perekat, pemersatu agar bangsa Indonesia semakin solid dan kuat untuk mewujudkan kemerdekaan. Gerakan besar yang menjadi kekuatan peleburan kekuatan pribadi dan golongan yang bersumber dari kesadaran primodialisme etnis menjadi kesadaran kolektif Nasional. Segala persamaan dan perbedaan itu mengkristal dalam arena Kebangsaan yang berbasis Nasionalisme.
Gerakan bersejarah ini awalnya diprakarsai oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia(PPPI), sebuah Organisasi yang beranggotakan pemuda dari hampir seluruh pelosk Indonesia, yang kemudian terealisasikan dalam Kongres Pemuda II. Diselenggarakan rapat akbar para pemuda yang dihadiri oleh wakil-wakil organisasi pemuda, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Cellebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, dan lain-lain. Mereka berhasil mengekang simbol eynisitas masing-masing dan mengangkat nilai-nilai Nasionalisme yang bisa diterima oleh berbagai pihak. Gerakan besar ini akhirnya membuahkan sebuah makana besar, Sumpah Pemuda yang Berikrar
Kami Poetra dan Poetri Indonesia, Mengakoe Bertumpah Darah Jang Satoe, Tanah Air Indonesia
Kami Poetra dan Poetri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia
Kami Poetra dan Poetri Indonesia, Medjoendjeong Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia
Namun ironisnya, Sumpah Pemuda selama ini hanya menjadi sebuah Seremoni tanpa arti dan rutintas tanpa bekas. Artinya, 28 Oktober hanya dijadikan sebagai hari Upacara romantisme sejarah yang dikenang belaka. Padahal dibalik itu terdapat makna terdalam yang ingin disampaikan oleh leluhur kita, yaitu komtmen untuk berbakti dan berbuat yang terbaik untuk bangsa. Salah satu kegagalan bangsa ini adalah kegagalan mengungkap Makna, padahal dengan menemukan makna, bangsa ini akan mampu menghadapi tantangan apapun di dalam perjalanan hidupnya. Untuk itu perlu dibangun lagi kesadaran dalam memaknai sumpah pemuda.
Meneguhkan kembali semangat Pemuda dalam mempersatukan bangsa. Sumpah pemuda yang telah dimuseumkan di Gedung Kramat 106 tidak akan bermakna manakala pemuda Indonesia bertindak statis atau jalan ditempat. Padahal salah satu tujuan museum yang telah dibangun sejak 1972 adalah untuk memberikan teladanbagi pemuda bahwa keanekaragamn Organisasi Pemuda di Nusantara kala itu tetap bisa disatukan dan dikukuhkan demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Generasi Muda adalah penentu arah perjalananbangsa di masa berikutnya. Terlebih mahasiswa, sebagai inti dari Generasi muda, ia mempunyai kelebihan dalam pemikiran ilmiah, semangat muda yang membara, sifat kritis yang menyala, kematangan logika dan kebersihannya dari noda orde di masanya. Mahasiswa adalah motor penggerak utama perubahan. Mahasiswa diakui perannya sebagai kekuatan pendobrak kebekuan dan kejumudan masyarakat. Harapan besar laak ditumpukan kepada pemuda yang berjuluk Mahasiswa. Ditangan mereka, masa depan bangsa ini dititpkan. Di tangan mereka, kunci keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diserahkan. Dan, di pundak mereka, bangsa ini disandarkan.
Namun, kesedihan menyeruak ketika melihat perilaku destruktif, anarkis dan tindakan-tindakan lain yang bertentangan dengan semangat Sumpah Pemuda. Perkelahian pelajar, keterlibatan dalam narkoba dan berbagai tindakan kriminalitas lain mendesakkan keprihatinan kita akan nasib bangsa ini. Jika demikian, kepada siapa lagi nasib bangsa ini dititipkan? Tiba saatnya para pemuda bangkit dari tidur panjang, mengaktualisasikan kembali semangat dan jiwa sumpah pemuda demi masa depan bangsa. Tidak boleh Loyo, tidak boleh ongkang-ongkang, tenang-tenang saja, dan berpangku tangan. Ketiadaan musuh yang bersenjata meriam seharusnya menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Saat ini kita sedang dijajah oleh rasa keegoan dan Individualitas kita sendiri, sehingga kita mulai meninggalkan nilai budaya ketimuran yang dulunya disegani oleh bangsa lain. Ya, sekarang telah terjadi Krisis Pergeseran Moral, apabila kita sedikit menelongok ke beberapa tahun lalu, begitu banyak hal yang padahal dulu dianggap begtu tabu, dilarang bahkan dibuat sebagai bahan Pergunjingan saat ini malah dijadikan sebagai sebuah trend yang menurut suatu golongan itu adalah sebuah gaya masa kini, dan kalau kita tidak mengikutinya berarti kita adalah golongan yang Jadul.
Ayo kita kembalikan jati diri bangsa yang berbudi luhur, mengambalikan Nilai-nilai Pancasila sebagai jati diri bangsa, Menorehkan kembali Semangat Sumpah Pemuda untuk Mengembalikan jati Diri Bangsa. Dengan mulai meninggalkan arus Individualitas, ras, suku, Agama, dan kembali pada Cinta Damai Untuk Negeri Tercinta, INDONESIA. Ayo kembali kita gaungkan semangat Kepemudaan kita, JAYA TERUS INDONESIAKU!! Kami akan terus berbakti kepadamu!!
Dari berbagai sumber,
terima kasih pada irhamku.blogspot.com/2007/10/semangat-sumpah-pemuda.html

Aku, Tarbiyah, dan Kampus



Aku, sebuah kata yang menggambarkan tentang diri seseorang, yang gambaran itu didapat dari sebuah perenungan akan pemaknaan diri, siapakah diri kita masing-masing? Aku, adalah penggambaran seorang makhluk yang lemah, tak berdaya, berlumuran dosa, tapi masih sok dengan hal baik yang sedang atau telah dilakukan, padahal niatnya belum tentu lurus dalam melakukan kebaikan itu, padahal belum tentu itu memang baik untuk semua orang, padahal belum tentu hal itu memang diridhoi oleh Allah, lalu apakah ternyata itu baik? Aku, hanyalah manusia biasa yang masih banyak khilaf dan tak jarang juga menuruti hawa nafsu yang biasanya dilatarbelakangi oleh godaan setan.
Tapi sebuah nikmat terbesar dalam hidupku yang harus terus disyukuri adalah bahwa aku seorang muslim. Karena dengan nikmat itulah, diri yang lemah, penuh dosa, dan penuh keterbatasan ini bisa saja mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan dunia akhirat, bukan karena ibadah yang dilakukan tapi karena rahmat dan kasih sayang Allah pada hambanya, itulah indahnya kita berislam. Aku, apakah memang benar-benar sudah menjadi generasi Islam yang dikehendaki Allah? Apakah Islam sudah benar-benar ada dalam diriku? Ada dalam setiap hembusan nafasku? Ada dalam setiap detik waktu yang berjalan? Kalau jawabannya belum, lalu apa yang sudah aku selama ini? Bukankah Islam adalah solusi atas pelbagai persoalan kehidupan, bukankah Islam adalah agama yang diridhoi oleh Allah.
Ketika hati ini kering kerontang karena makin jauh pada Allah, karena pemaknaan pada Islam yang salah, karena tindakan yang tidak sesuai dengan syariat. Saat itulah kita membutuhkan obat, tarbiyah. Tarbiyah adalah layaknya obat ketika kita sedang sakit, sakit karena kesalah pemaknaan pada Islam, karena tindakan tidak sesuai syariat yang harusnya membawa kemanfaatan ee..kok malah membawa kemelangratan. Kan hanya ada dua jalan, kita menjadi bagian dari solusi atau mungkin sebaliknya, kita bagian dari penghancur nilai-nilai keindahan Islam. Naudzubillah...
Tarbiyah akan senantiasa menjadi obat, dimana obat itu akan memberikan kita efek perubahan yang lebih baik, perubahan dari ketika aku tidak bia menjadi bisa, perubahan dari ketika aku belum tahu menjadi tahu, perubahan dari ketika aku hanya menjadi penonton berganti menjadi aktor dalam panggung pembangunan peradaban Islam ini. Tarbiyah akan terus ada, karena perubahan akan terus berguling, perubahan waktu akan memberikan efek pada sosok aku, perubahan waktu berpengaruh pada perubahan iman, perubahan waktu berpengaruh pada sisi psikologis. Oleh karena itu, orang-orang yang sabarlah yang akan terus bertahan dalam tarbiyah ini. Bagaimana tidak, ketika yang lain sedang asyik tidur orang-orang yang tertarbiyah harus merelakan waktunya untuk memenangkan pemilu, ketika yang lain sedang asyik bercengkeramah dengan keluarga orang-orang yang tertarbiyah harus merelakan waktunya, tenaganya untuk berkeliling mengisi halaqoh, untuk menyebarkan syariat yang ternyata sekarang banyak orang menganggap bahwa syariat itu mengerikan padahal anggapan itu salah, syariat itu indah bahkan begitu indah.
Tarbiyah akan terus ada, ketika masih ada orang yang belum Islam, atau ada orang yang mengaku Islam tapi masih bergelimang dengan hal-hal yang tidak disukai oleh Allah, ketika masih ada orang yag mengaku Islam tapi belum memiliki pemahaman yang benar tentang Islam itu sendiri. Dan aku terus berdo’a pada Allah, bahwa tarbiyah selalu ada dalam diriku, dan aku bisa terus berada pada tarbiyah. Sekali lagi, bukan menjadi penonton tapi menjadi aktor.
Do’a itu, Tarbiyah ada dalam diriku, dan aku ada dalam tarbiyah berawal dari sebuah lingkungan kecil yang berada dalam masyarakat , sebuah lingkungan intelektual muda penuh semangat perubahan dan perjuangan, yaitu kampus. Kampus akan terus menjadi pemasok manusia-manusia cerdas beriman, manusia-manusia dengan semangat juang tinggi untuk menegakkan kalimah Allah. Karena kampus akan terus diisi oleh para pemuda kritis, analis yang siap berjuang, karena pemuda tidak akan serta merta menerima sesuatu tapi pemuda akan terus kritis, berpikir ketika menerima sesuatu. Inilah yang akan mengakibatkan tarbiyah akan terus ada di kampus-kampus, bahkan tidak hanya ada tapi tarbiyah akan terus berkembang di kampus-kampus. Dan aku terus berdo’a, bahwa Tarbiyah ada dalam diriku, aku ada dalam tarbiyah, dan tarbiyah akan terus ada di kampus IT Telkom....

Kamis, 04 November 2010

Aktivis Dakwah dan Retorika Umat?

Aktivis dakwah, generasi solutif atas berbagai retorika umat kekinian.
Topik: Apakah Kita Aktifis?
Bismillah....
Islam adalah agama kedamaian yang memang mengajarkan kedamaian, tidak hanya itu, Islam adalah menjadi solusi atas segala permasalahan di dunia ini. Tapi kita, masyarakat muslim khususnya di Indonesia dirasa masih belum menunjukkan ciri-ciri bahwa kita adalah solusi atas permasalahan-permasalahan yang muncul di kehidupan masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah masalah pemahaman tentang Islam masih belum bagus, ini tidak terlepas juga disebabkan oleh masyarakat yang diserang dari segala sisi oleh kumpulan orang-orang yang membenci Islam atau bahkan malah menyerang umat Islam, dan serangan-serangan itu sangat lembut dan terkesan lembut sehingga kita menadi tidak terasa dalam menenerima serangan tersebut seperti lewat makanan, film, iklan, media massa,dan itu menjadi sebuah ghazwul fikri atau perang pemikiran. Bagaimana tidak? Karena serangan-serangan tersebut berdampak pada pemahaman Islam, akidah, akhlak dan banyak hal lain. Bahkan, muncul di masyarakat atau mungkin di lingkungan keluarga kita itu orang yang mempelajari Islam dengan rutin malah dibilang teroris mungkin cuma karena tidak bersalaman(bersentuhan) dengan yang bukan mahram, padahal hal itu memang sudah menjadi kewajiban kita sebagai muslim. Sehingga apakah kita akan bermusuhan dengan orang Islam dan kita malah bergandengan erat dengan orang-orang kafir yang jelas-jelas telah menyerang kita, mengkerdilkan kita, dan berusaha menghancurkan peradaban Islam yang penuh rahmat Allah ini? Tentu saja, jawabannya tidak! Teringat kata-kata Ustadz Rahmat Abdullah, bahwa seperti monyet yang diserang dengan angin kencang, si monyet berpegangan sangat erat, sehingga tidak jatuh, tapi ketika si monyet terkena angin sepoi-sepoi malah jatuh. Itulah gambaran manusia yang terkena cobaan dengan hal-hal yang terkesan condong ke hedon/kesenangan dunia saja.
Ibarat sebuah kata-kata entah apa itu namanya bisa pepatah atau yang lain, bahwa dimana Allah menurunkan sebuah penyakit disaat itu juga Alah menurunkan obatnya. Seperti jaman kaum Nabi Musa as dengan kondisi masyarakat dan umat yang seperti it diturunkanlah obatnya berupa ajaran dari Allah yang diturunkan lewat Nabi Musa as. Sama halnya dengan jaman jahiliyah, sebelum ada Nabi Muhamad SAW dengan jaman ketika beliau sudah ada. Dimana beliau membawa risalah dari Allah azza wa jalla yang diturunkan secara berkala dan keteladanan yang ada pada diri Rasulullah SWT semuanya menjadi obat atas segala penyakit yag muncul di dunia ini, baik penyakit yang muncul di diri, masyarakat, di dunia pemerintahan, yang selaras dengan Islam yang menjadi rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam. Dan akan terus ada orang-orang yang senantiasa menjalankan dan memperjuangkan risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Yang senantiasa berjuang dengan hanya mengharap ridho Allah. Yang senantiasa berjuang agar menjadi generasi-generasi solutif atas masalah umat. Karena tidak ada yang patut menjadi tujuan hidup selain ridho Allah azza wa jalla.
Banyak orang yang tersadar dengan berbagai permasalahan umat dan akhirnya mereka bergerak. Dan saat ini banyak yang mengatakan bahwa mereka adalah generasi solutif atas masalah yang terjadi, mungkin masalah masyarakat merek berjuang agar masyarakat menjadi sehahtera sehingga muncul sebutan bahwa mereka adalah aktivis masyarakat, tokoh masyarakat. Ada juga yang melihat sebuah permasalah di bidang lingkungan dan akhirnya mereka bergerak untuk memperbaiki bidang lingkungan agar mencapai suasana yang nyaman dan menimalisir terjadinya bencana sehingga muncul sebutan bahwa mereka adalah aktivis lingkungan, dan masih banyak sebutan aktivis-aktivis lain untuk orang yang berjuang di bidang tertentu, dimana sebutan itu muncul karena tindakan mereka, perjuangan mereka untuk menegakkan yang hak dan melawan hal yang bersifat bathil. Begitu banyak perjuangan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang, tapi manakah yang benar-benar sesuai dengan hakikat kita sebagai muslim yang kita ikrarkan ketika kita mengucap syahadat? Dialah pejuang-pejuang Islam yang senantiasa berjuang menegakkan syariat, Aktivis Dakwah, tidak bosan-bosan saya mengatkan bahwa dia berjuang, hanya mengharap ridho Allah. Jadi segala aktifitas kita adalah dakwah, segala hal yang kita lakukan harus berorientasi dakwah, aktifitas di bidang lingkungan, masyarakat, politik pemerintahan,dan aktifitas lain dimana aktifitas itu untuk melakukan perbaikan umat baik dari aqidah, akhlak, dan sistem yang sesuai syariat Islam. Tapi sebelum melakukan perbaikan pada orang lain, tentu saja dimulai dari perubahan pada diri kita sendri, daripada nanti malah kena “kaburo maktan ‘indawAllahi....(Q.S. Ash-shaff; 3).”
Lalu, siapakah aktivis dakwah itu? Yang katanya berjuang hanya mengharap ridho Allah untuk peradaban Islam, apakah dia(semua orang) yang ikut tarbiyah? Atau dia yang ikut menjadi bagian dari LSM atau keluarga besar gerakan Ikhwanul Muslimin (agaknya kata ini lebih tepat)? Seperti sudah diungkapkan di atas bahwa segala aktifitas kita adalah dakwah, maka sekarang muncullah begitu banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) baik di bidang masyarakat, lingkungan, bencana, ekonomi, politik seperti Rumah Zakat, PKPU, Dompet Dhuafa, Satu Untuk Jabar, Aksi Cepat Tanggap(ACT), KOMPPI dan masih banyak lainnya. Bagi saya, seorang aktivis dakwah adalah dia yang mau memperjuangkan agama ini dengan sekuat tenaga, dengan ikhlas, tiada sekutu selain Allah. Dia yang akan terlebih dahulu memperbaiki diri lalu memperbaiki orang lain, bukan dengn menghancurkan dan mengganti yang baru tetapi memperbaiki yang sedang rusak. Ibarat komputer rusak, apakah kita akan membuang komputer tersebut dan mengganti komputer tersebut dengan yang baru? Tentu saja tidak, kita malah akan memperbaiki komputer tersebut dengan melihat segi prioritas, komputer mana yang lebih cepat untuk diperbaiki itulah yang akan kita perbaiki terlebih dahulu lalu disusul dengan komputer yang lain. Dialah aktivis dakwah sejati.
Bagi saya ada hal utama yang harus ada di dalam diri para aktivis dakwah, adalah memiliki kekuatan azam kuat untuk berubah dan berjuang. Begitu banyak orang yang berjuang demi negara, lingkungan, demi masyarakat dengan segala kekuatan fisik dan harta bahkan mereka siap berjaga malam tidak tidur (banyaknya ketika bencana alam) untuk berjuang. Itu baru memperjuangkan sebagian hal yang ada dalam perjangan Islam, apalagi kita yang berjuang untuk memperjuangkan agama ini? Maka perjuangan kita harus lebih dari itu semua. Dalam perjuangan itu dituntut keistiqomahan, keikhlasan, dan militansi yang kuat. Karena tanpa hal itu, mungkin kita hanya menjadi kader taklimatan atau aktivis taklimatan, yang berjalan hanya ketika ada taklimat dari murabbi, kalau bukan taklimat tidak mau bergerak, wah kalo udah kayak gini kan berabe, khawatir malah kurang ikhlas, padahal ketika kita sudah berazam kuat maka di depan akan kelihatan ternyata banyak jalan untuk mewujudkan hal itu bahkan mungkin jalan yang orang mengatakan tidak mungkin bisa saja jadi mungkin. Dengan kekuatan azam dan militansi kuat, maka siapapun akan siap dan semakin dan bahkan terus mantab dalam mengarungi jalan samudera dakwah ini, sebuah jalan yang hanya sedikit orangnya, yang penuh dengan tantangan, rintangan, cobaan, fitnah, dan cacian. Seperti yang bisa kita lihat di medan dakwah terdekat kita, kampus, muncul begitu banyak fitnah, cacian, dan hal negatif lain, mulai dari pemilu raya yang pihak-pihak tertentu memfitnah dengan mengatakan bahwa kampus ini hanya dikuasai oleh aktifis masjid, jadi semuanya dikendalikan terserah mereka dan malah tidak mengayomi golongan lain, atau mungkin yang mengatakan bahwa mentoring adalah prosesn perekrutan kader salah satu partai politik, dan banyak fitnah-fitnah yang lain. Bila kita tidak punya azzam yang kuat, maka bisa saja kita tertekan dan akhirnya menyerah dengan keadaan yang ada, padahal amanah dan hal yang harus kita lakukan lebih banyak dan lebih besar daripada hanya memikirkan fitnah-fitnah yang belum tentu kebenarannya itu, bukannya kita lebih baik memikirkan dan melakukan hal yang memang harus kita lakukan dan cukup menjadikan fitnah itu sebagai instrospeksi diri tanpa terlalu menanggapi fitnah itu.

Oleh:
Muhammad Catur Saifudin
Institut Teknologi Telkom
Bandung, 4 November 2010

Minggu, 31 Januari 2010

Shalat Laki-laki dan Wanita


Shalat Laki-laki dan Wanita
Kita sering mendengar bahwa Orang Laki-laki baliq wajib sholat berjama’ah di masjid dan Islam lebih menyukai wanita ang shalat di rumahnya. Ini memang sering kita dengar, banyak teman-teman yang sudah tahu tapi juga ada beberapa yang belum tahu, jadi untuk teman-teman yang sudah tahu berarti ini mengingatkan tapi untuk yang belu tahu ni berarti mencoba untuk sharing ilmu.
1.Jika orang-orang tahu apa yang ada pada adzan dan shaf pertama. Lalu ia tidak ikut andil di dalamnya kecuali dengan menaruh anak panah, maka ia akan menaruhnya. (Muttafaq alaih)
2.Laki-laki buta berkata kepada Rasul, tidak ada seorangpun yang membimbingku ke masjid, kemudian orang tersebut meminta keringanan untuk sholat dirumah, maka Rasul mengizinkan. Tapi setelah dia berpaling untuk pergi, rasulmemanggildan berkata “apakah engkau mendengar Adzan?” dia menjawab, YA. Lalu Rasul bersabda, Maka Penuhilah Panggilan Adzan tersebut. (HR Muslim)
3.18. Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. At-taubah 18)
4.36. Bertasbih[1041] kepada Allah di masjid-masjid yang Telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,(Q.S. An-nuur 36)
[1041] yang bertasbih ialah laki-laki yang tersebut pada ayat 37 berikut.
5.37. Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Q.S. An-nuur 37)

Jadi, ayo bareng-bareng shalat berjamaah, tepat waktu, dan di masjid! Kita ramaikan Masjid!
Dan Islam lebih menyukai wanita yang shalat di rumahnya,
Dari Ummu Humaid, istri Abu Humaid As-Sa’idy ra. Bahwasanya ia datang kepada Rasulullah saw. seraya berkata,
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku suka sekali shalat bersama engkau.” Rasulullah bersabda, “saya tahu kamu suka shalat denganku. Namun shalatmu di bilikmu itu lebih baik daripada shalatmu di kamarmu, shalatmu di kamarmu itu lebih baik dari shalatmu di rumahmu, shalatmu di rumahmu itu lebih baik dari shalatmu di masjid kaummu, shalatmu di masjid kaummumu itu lebih baik dari shalatmu di masjidku.” Maka ia diperintahkan (untuk melakukan shalat seperti itu), lalu dibangunkan baginya sebuah masjid di tempat yang terjauh dari rumahnya dan paling gelap. Ia shalat di sana sampai menemui Rabb-nya.” (HR. Ahmad, Ibnu Hudzaimah, dan Ibnu Hibban dalam kitabnya shahihnya)
Menjauhi rangsangan, baik suara maupun gerak dengan segala macam fenomena berhias, -khususnya ketika keluar rumah- adalah salah satu dari sekian banyak garis ketetapannya. Emua itu diisyaratkan agar kaum lelaki selamat dari fitnah wanita, karen fitnah ini adalah fitnah yang paling mudah hinggap dalam dirinya. Juga agar kaum wanita selamat dari fitnah laki-laki, karena fitnah itu adalah fitnah yang paling mudah mendekati hatinya. Ayat-ayat mulia dan hadits-hadits suci telah menuturkan hal itu:
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, ‘ Hendaklah mereka menahan pandagannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”’
“Hendaklah kalian menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan kalian, atau (kalau tidak) Allah akan membutakan wajah-wajah kalian.”(HR. Thabrani)
SEMOGA BERMANFAAT.amin..