Tampilkan postingan dengan label Perubahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perubahan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Agustus 2013

Coming Soon #FIM15

Forum Indonesia Muda adalah perkumpulan pemuda, 17-30 tahun (berdasar UU pemuda) ayang sama2 belajar, dimana setiap tahun diadakan pelatihan. dan kini pelatihan FIM telah hadir di angkatan ke 15. terus ikuti infonya di @fimnews Fanpage FB Forum Indonesia Muda web: http://wp.forumindonesiamuda.org/ Ikuti dan Sebarkan ya!!
foto saya bersama anak Lumajang juga saat jadi peserta di #FIM13, Achmad Bukhori
Foto Bersama Keluarga Kunang-kunang ;)
Banyak yang sudah membuktikan kok!! Muhammad Catur Saifudin FIM13 IT Telkom

Sabtu, 15 Januari 2011

Islam, Pemuda dan Perubahan



Pemuda merupakan sosok manusia yang memiliki semangat yang sangat tinggi dan merupakan generasi penerus bangsa. Hampir di setiap negara, peran mahasiswa sangat signifikan dalam melakukan gerakan – gerakan perubahan demi kemajuan bangsanya. Mereka senantiasa mengoreksi pemerintah ketika terdapat kebijakan – kebijakan yang diturunkan tidak berpihak kepada masyarakat. Pemuda, khususnya para mahasiswa, mereka adalah para muda yang memilki tingkat intelektual yang tinggi dan berkesempatan untuk menempuh pendidikan lebih lanjut. Kampus yang menjadi tempat para mahasiswa menimba ilmu juga merupakan tempat bagi mahasiswa untuk mengasah tingkat ideologi mereka, tingkat kepekaan serta menjadi pribadi – pribadi yang terus berusaha untuk menciptakan suatu hal yang terbaik bagi bangsa ini. Berawal dari sinilah maka terbentuk para pemuda yang sangat kritis dalam menanggapi permasalahan – permasalahan yang ada di bangsa ini. Ketika mereka menyuarakan aspirasi rakyat kepada pemerintah tidak serta merta pemerintah pun langsung menanggapinya, bahkan tidak mustahil para mahasiswa malah mendapatkan serangan balik dari pemerintah. Dalam Islam, ketika kita melihat kemungkaran maka cegahlah dengan perbuatan. Jika tidak sanggup maka cegahlah dengan lisan dan jika tidak sanggup juga maka ingkarilah dengan lisan. Puncak perjuangan teringgi adalah ketika kita meyuarakan kebenaran didepan pemerintah yang dzalim.
Islam, pemuda dan perubahan, ketiganya mempunyai keterkaitan yang sulit untuk dipisahkan. Tatkala seorang pemuda yang dalam kesehariannya menerapkan prinsip – prisnip Islam maka jiwa – jiwa inilah yang senantiasa tergerak dan terpanggil untuk melakukan suatu perubahan. “Beramar ma’ruf nahyi munkar”, melakukan kebaikan dan mencegah yang buruk..
Pemuda dan perubahan masyarakat
• Setiap bangsa memiliki gambaran tentang masa depan yang ingin dicapainya.
• Harapan-harapan itu diharapkan dapat diwujudkan oleh negara yang dibentuk oleh bangsa itu.
• Namun dalam perjalanannya, negara tidak dapat menjalankan peran itu sendirian.
• Pemuda sebagai salah satu pusat perubahan alternatif sering kali menjadi tumpuan harapan alternatif, bila peran perubahan yang seharusnya diemban oleh negara terkendala oleh berbagai hal.
Karakteristik Pemuda
Berdasarkan letaknya yang berada diantara akhir masa remaja sampai akhir dewasa awal, maka pemuda memiliki ciri-ciri yang secara positif dan negatif disatukan sebagai berikut :
1. Kemampuan koginitifnya sudah penuh, hal ini tercermin dari kemampuan pemuda dalam mengetahui dan memahami suatu persoalan yang pada akhirnya dapat membentuk sikap pemuda terhadap permasalahan yang dihadapinya
2. Kematangan emosional, bahwa pemuda dengan dilandasi kemampuan berpikirnya dapat mengendalikan dan menempatkan emosinya dalam menghadapi permasalahan.
3. Fungsi reproduksinya meningkat, sejalan dengan perkembangan biologis seorang pemuda adalah kelompok manusia yang lebih siap untuk menikah dan memiliki keturunan.
4. Banyak masalah, bahwa pemuda memang kaya akan ide-ide, dan ide ini sendiri dilandasi oleh nilai-nilai ideal. Namun tidak semua ide dan keinginan tersebut dapat terwujud karena kondisi di masyarakat sulit sekali mewujudkan nilai ideal tersebut.
5. Keterasingan sosial, kemampuannya untuk berpikir ideal dan tidak memihak acapkali mendorong pemuda pada keadaan yang terasing dari lingkungan sosial.
6. Rasa tanggungjawab yang tinggi, hal ini dilandasi keinginan untuk mewujudkan segala sesuatu yang menjadi keinginannya. Akibatnya segala sesuatu yang dikerjakan, dilakukannya secara bertanggungjawab.
7. Kreatif dan inovatif, hal ini berkaitan dengan penciptaan ide-ide atau pemikiran-pemikiran yang berkaitan dengan masalah yang sedang dihadapi.
8. Ketergantungan dengan generasi yang lebih tua, hal ini dilandasi kenyataan pemuda itu masih kurang akan pengalaman dan pengalaman itu adanya pada generasi yang lebih tua


Pemuda dan perannya dalam rekonstruksi ideologi sebuah bangsa
• Eksistensi sebuah negara bangsa tidaklah lepas dari ideologi yang melatarbelakangi-nya.
• Pada masa-masa awal rekonstruksi setiap ideologi biasanya dibutuhkan para pemuda.
• Berikut ini adalah berbagai kasus tentang peran para pemuda sebagai pelopor bagi rekonstruksi sebuah ideologi.
Perkembangan pemuda dalam perspektif psikologi perkembangan memiliki ciri sebagai manusia yang matang yaitu :
1. berorientasi pada tugas
2. jelas tujuan hidupnya
3. mengendalikan perasaan pribadi/emphati
4. kritis dan kaya akan saran
5. berusaha mewujudkan keinginan pribadi
6. Penilaian diri yang realistis
Peran Pemuda Masa Depan
• Memperhatikan peran-peran sejarah yang pernah dilakukan para pemuda di berbagai bangsa dan ideologi, nampak adanya hukum alam (sunnatullah) yang harus diperhatikan oleh bangsa Indonesia jika ingin bangkit depan, bahwa mereka harus mengoptimalkan potensi pemuda yang mereka miliki.
• Sebaliknya para pemuda hendaknya selalu mempersiapkan diri agar dapat memenuhi panggilan tugas dari bangsanya untuk menggapai cita-citanya.
• Ruang lingkup peran pemuda di masa depan tidaklah jaun dari satu kata kunci yang melegenda, yakni: KEPELOPORAN.

Selasa, 11 Januari 2011

Alhamdulillah di bulan Januari


alhamdulillah di bulan Januari ini, ada beberapa hal yang menurut saya adalah hal besar,,,

1. saya bersama tiga rekan saya, Wahyu Prihantoro, Ahmad Fajar, dan Muhammad Misbakhudin telah mendeklarasikan dan meresmikan membuat sebuah lembaga training yang bernama, "QUANTUM LEADFERSHIP AND MOTIVATION TRAINING" semoga dapat terus memberi kemanfaatan

2. ini juga sebuah doa agar Tarbiyah bisa masuk di SMA Negeri 1 Lumajang dan bahkan bisa legal, saya bersama teman2 alumni Remush Fii Sabilillah Al-Qudwah SMA Negeri 1 Lumajang akan mengadakan training dengan judul, "Menjadi Muslim Sejati", semoga menjadi gerbang awal Tarbiyah di SMA ini..amin...

semoga terus memberi Kemanfaatan

Parentivasi: Revolusi Pendidikan (Jilid 1)

)
by Komunitas Bisa! on Wednesday, January 5, 2011 at 5:33am

Parentivasi: Revolusi Pendidikan (jilid 1)Isa Alamsyah



Entah kenapa saya merasa harus mengungkapkan kejengkelan saya terhadap materi pendidikan di Indonesia,

bahkan di dunia, karena kita jadi terpaksa ikut menyesuaikannya.



Pendidikan nampaknya harus direvolusi.

Betapa anak-anak menderita stres dengan pelajaran yang di masa depan mungkin tidak bermanfaat sama sekali.

Mereka kadang diangggap bodoh, kurang berpendidikan hanya karena gagal di sekolah.

Semua terjadi karena sekolah menjadi indikator pendidikan,

padahal di sekolah banyak pelajaran yang tidak penting yang dipaksakan untuk dipelajari.

Seharusnya pendidikan tidak selalu identik dengan sekolah,

dan idealnya sekolah bukan satu-satunya yang berhak menilai kadar terdidik atau tidaknya seseorang.



Ilmu dibagi menjadi dua, ilmu murni dan ilmu terapan.

Ilmu murni berarti ilmu untuk ilmu itu sendiri, jadi manfaatnya nanti dulu,

sedangkan ilmu terapan berarti mencakup manfaat ilmu untuk kehidupan.



Karena ada dua sifat tersebut maka dalam pendidikan juga harus dibagi menjadi dua,

ilmu murni karena tidak langsung bermanfaat maka sifatnya bagi siswa HANYA SEKEDAR TAHU.

Jadi tugasnya hanya untuk MEMANCING MINAT untuk ke tingkat yang lebih tinggi.

Karena itu ilmu ini tidak boleh dibebankan ke dalam test.

Kalau ada yang berminat baru ikut penjurusan.



Sedangkan ilmu terapan harus difahami dipraktekkan dan menjadi bekal kehidupan.



Contohnya sederhana.

Ada anak Indonesia, yang berbicara dengan bahasa Indonesia, bermain dengan bahasa Indonesia,

tetapi tidak lulus pelajaran Bahasa Indonesia. Itu aneh, karena esensi bahasa adalah komunikasi.

Bagaimana mungkin kita tidak lulus bahasa Indonesia cuma karena tidak mengerti konsep SPOK, SP, kalimat majemuk, KV, KVK, KKVK, dll, padahal sehari-hari kita berbicara bahasa Indonesia.

Yang bodoh siapa?

Si anak yang lancar berbahasa bahasa Indonesia tapi tidak tahu konsep anak kalimat, kalimat majemuk, dll,

tapi tahu cara memakainya dengan benar,

atau penilai yang mementingkan teori anak kalimat, kalimat majemuk bertingkat dsb, yang bahkan tidak peduli anak-anak tersebut hidup dengan bahasa tersebut dan berkomunikasi dengan bahasa tersebut.

Ini sama saja dengan tidak memberi sertifikat renang pada ikan hiu karena ikan hiu tersebut gagal menjelaskan gaya renang apa yang dipakainya.

Menurut saya, pengetahuan SPOK, kalimat majemuk, dan teori bahasa hanya ditempatkan sebagai ilmu yang perlu diketahui tapi tidak boleh masuk dalam test.

Kalau siswa tidak suka ya sudah jangan dipaksakan, toh tidak terlalu bermanfaat dalam kehidupan.

Lucunya ada anak yang bunuh diri akibat UAN bahasa Indonesianya hancur. Padahal ia menulis surat bunuh diri dalam bahasa Indonesia. Tragis.



Apa yang penting dalam bahasa?

Anak perlu diajar kemampuan menulis.

Kemampuan menyampaikan ide secara tulisan.

Itu yang penting, dan banyak penulis handal yang tidak ngerti SPOK tapi jadi penulis sukses.

Parahnya di daerah anak-anak dibebankan lagi bahasa daerah, please deh.

Cukup bahasa persatuan dan bahasa Internasional.



Coba lihat pelajaran biologi.

Ada SD diajar tentang organ kodok, jenis jaringan tumbuhan, dsb.

Tapi lulus SD mereka tidak mengerti banyak hal yang bermanfaat untuk kehidupan misalnya, survivor (tahu mana pohon yang beracun mana yang tidak kalau terdampar), tahu bagaimana mengatasi gas beracun, P3K.

Mereka tidak tahu betapa bahayanya rokok, bagaimana menghindari narkoba, apa ciri-ciri narkoba,

bagaimana mengatasi demam berdarah, bagaimana penanggulangan dini kalau ada korban luka bakar.

Ini justru penting bagi kehidupan.

Mereka tidak mengerti bagaimana memasak beras agar tidak terbuang vitamin B nya

Mereka tidak tahu kalau susu jangan dicampur air panas karena kalsiumnya rusak, dll.

Yang justru penting untuk kehidupan tapi tidak diajarkan.

Kalau masalah kodok, tikus dan sebagainya hanya untuk memancing minat yang proporsinya hanya sekedar memancing minat saja bukan membebani.

Sedangkan yang bermanfaat untuk kehidupan harus dikuasai.



Anak anak juga diajar tentang planet. Mereka tahu jumlah planet, nama planet dan ukuran planet.

Tapi mereka tidak diberi pelajaran tentang global warming, cinta lingkungan, dll yang justru berkaitan dengan kehidupan. Mereka juga tidak ada pelajaran persiapan bencana tsunami dan gempa dalam kurikulum.

Justru ilmu yang penting ini diberikan oleh pengajar tamu dari PBB (United Nation) dan NGO internasional yang tentu saja tidak menyentuh semua siswa dan bersifat berkala saja.

Tapi urusan planet di tata surya yang kita tidak tahun tahun berapa akan bermanfaat, semua siswa wajib menghapal.

Kalau sekedar minat, ya ajak nonton bareng film tata surya, mereka yang berminat akan memutuskan ke jenjang antariksa.

Kita mungkin butuh beberapa ratus ahli antariksawan, mungkin beberapa ribu,

tapi tidak perlu puluhan juta anak harus menguasainya bukan?

Kalaupun ada yang perlu diketahui dari antariksa adalah justru kemampuan menentukan arah kompas, ini malah tidak diajarkan (tidak didalami). Masih banayak anak tidak tahu mana utara, selatang, tenggara, dsb.



Intinya, kita cuma butuh beberapa ribu ahli fisika.

Kita cuma butuh beberapa ribu ahli linguistik

Cuma butuh beberapa ahli biologi, dll.

Tetapi kenapa ratusan juta anak wajib mempelajarinya, dan stress karenanya.



Kalau orientasi kita rubah dengan pelajaran yang faktual, actual dan selektif,

sedangkan bangsa lain masih terbelenggu dengan pendidikan simbolis dan konvensional,

maka kita akan menyusul bangsa lain.



Kita perlu mendefinisikan ulang materi pelajaran.

MANA YANG CUMA SEKEDAR PENGETAHUAN dan MANA YANG HARUS DIKUASAI.

Memang untuk beberapa anak yang mau melanjutkan ke LN jadi susah.

Ya sudah di drill saja 6 bulan menjelang ke sana kekejar koq!

Kepada anak-anak saya tidak memaksa mereka belajar.

Yang penting mereka berkarya.



Apalagi dengan adalnya UAN.

6 tahun mati-matian akan sia-sia hanya dengan kegagalan test 3 hari. Sialnya pas test jatuh sakit.

Lebih baik 5 1/2 tahun bahagia, 1/2 tahun siapkan UAN mati-matian.



Seharusnya penjurusan di mulai di SMP saja, jangan di SMA nanti terlalu banyak hal yang tidak penting dipelajari lagi.

Jadi anak lulus SMA sudah produktif.

Dan penjurusan jangan sekedar Fisika, Biologi dan sosial.

Kini harus di tambah Teknologi Informasi.

Buat praktisi IT sebanyak-banyaknya karena segala hal bisa dipermudah dengan IT.

Korupsi biaya tinggi, penyelewengan pajak, pengajaran online, dll bisa dibantu IT.

Jika IT maju pemilu tidak perlu sensus, kartu baru dsb. Cukup KTP Smart yang mempunyai data digital.



Banyak orang saat ini bekerja dengan membuang katakanlah 80 - 90% pelajaran yang tidak ada manfaatnya.

Siilahkan hitung sendiri.

Apakah pelajaran PSPB, IPBA, Sastra, dll sangat berpengaruh dengan pekerjaan Anda sekarang.

Coba ingat ingat semua pelajaran kita, mana yang bermanfaat?



Saya mendidik anak-anak lebih pada orientasi ilmu bermanfaat dan karya.

Salsa dan Adam anak saya yang SD sudah bisa photo shop.

Saya bilang ke mereka. Dengan satu keahlian ini saja kamu sudah bisa menghasilkan uang puluhan juta per bulan,

separti om ini, ini, dan ini saya menyebutkan nama desiner grafis yang mereka kenal..

Salsa sudah menulis 5 buku, Adam menulis 2 buku.

Saya bilang ke mereka, dengan kemampuan ini saja, kamu bisa berpenghasilan puluhan juta per bulan,

seperti ini, ini, dan ini... nama-nama penulis.

Salsa dan Adam kini suka internet. Saya bilang, kalau kamu dalami internet kamu bisa jadi orang terkaya di dunia.

Mereka juga mendalami, olah raga dan musik.



Kalau Salsa atau Adam pulang dengan nilai ujian jelak atau bagus.

Maka saya check kesalahannya.

Kadang saya bilang "Ini pertanyaan penting, kamu harus tahu jawabannya"

Kadang saya bilang "Wah kalau soal ini gak apa salah, nanti juga gak kepakai dalam kehidupan.

Ayah udah puluhan tahun hidup gak pernah pakai pengetahuan ini (saat itu soalnya tentang kota ini lintang berapa derajat bla..bla..bla) saya bilang gak usah hapalin lintang derajat begini, cari yang lebih bermanfaat.

Mungkin saya seperti orang tua ngaco, ya kan?

Tapi itu cara saya mendidik anak untuk menseleksi ilmu.

Saya gak mau anak-anak stres untuk pengetahuan yang menurut saya tidak penting.



Tapi saya juga menantang mereka belajar efektif. Dengan waktu belajar sedikit tapi hasilnya memuaskan.

Kita kembangkan beberapa metode, intinya tangkap semua pelajaran di sekolah, perhatikan, tidak tahu tanya, lalu ulang dirumah, presentasi, dsb.

Alhamdulillah Salsa dan Adam sejauh ini selalu mendapat ranking atas sekalipun belajar banyak hal lain di luar sekolah.



Ya sudah, entah kenapa saya lagi marah dengan pendidikan yang membebankan banyak ilmu yang tidak bermanfaat.

Just an idea (Tulisan ini ada di notes saya sejak Oktober 2010 lalu)



Tapi saya akan melakukan riset dan gerakan serius untuk merevolusi pendidikan!

Just wait and see.



Bayangkan kita mau ke medan perang.

Ada dua kelompok orang yang mau direkrut.

Satu ilmuwan yang tahu berbagai nama senapan, tahu jarak tembak senapan tahu bahan baku senapan,

mereka hapal senapan tersebut ditemukan oleh siapa, tahun berapa, dll.

Tapi dia tidak bisa menembak, tidak bisa menggunakan senjata.

Kelompok kedua adalah kelompok pemuda. Mereka tidak tahu siapa pembuat senapan, tidak tahu tahun berapa dibuatnya.

Mereka tidak bisa menjabarkan alasan kenapa peluru bisa meluncur.

Tapi mereka tahu bagaimana menembak, merakit senapan, merawat dan menggunakannya.

Kira-kira kelompok mana yang kita bawa ikut perang?



Nah generasi kita ke depan menghadapi banyak medan petempuran di bidang ekonomi, teknologi, informasi, dll,

kalau mereka dicekoki sesuatu yang tidak bermanfaat di masa depan, bisa jadi kita akan kalah perang.



Bagaimana menurut Anda?



Anatole France:

The whole art of teaching is only the art of awakening the natural curiosity of young minds for the purpose of satisfying it afterwards



Johann Wolfgang von Goethe: Correction does much, but encouragement does more.



John Dewey:

The aim of education is to enable individuals to continue their education ... (and) the object and reward of learning is continued capacity for growth. Now this idea cannot be applied to all the members of a society except where intercourse of man with man is mutual, and except where there is adequate provision for the reconstruction of social habits and institutions by means of wide stimulation arising from equitably distributed interests. And this means a democratic society.



Robert Fulghum: All I really need to know ... I learned in kindergarten.



St. Francis Xavier:

Give me the children until they are seven and anyone may have them afterward.



Roger Lewin:

Too often we give our children answers to remember rather than problems to solve.

sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150134476977652&id=253151348087

Jumat, 17 Desember 2010

Laporan Pertanggungjawaban Dep Pengabdian Masyarakat BEM KBM IT Telkom 2010

DEPARTEMEN PENGABDIAN MASYARAKAT


Menteri : Muhammad Catur Saifudin (611080005)
Staf : Andri Mardi (112081081)
Angga Gumilang (112080191)
Condro Aji (111080253)
Dinda Utami (112080199)
Imron Nur Kholis (116080075)
Muhammad Fadhil (111080150)
Nova Rizqiana Dewi (111080281)
Yanuar DN (116080054)


A. Pendahuluan
Puji syukur alhamdulillah atas rahmat, hidayah dan anugrah-Nya yang tak terhitung jumlahnya dan tak akan mampu untuk kita tuliskan. Hanya dengan nikmat-Nya-lah kita mampu menyelesaikan amanah di akhir kepengurusan BEM 2010 ini.
Kami selaku Departemen Pengabdian Masyarakat telah melaksanakan tugas kami yakni sebagai ujung tombak mahasiswa dalam bidang sosial kemasyarakatan. Walaupun pada pelaksanaannya kami menemui banyak hambatan, tapi mampu kami atasi berkat petunjuk dari-Nya dan berkat kerjasama tim yang solid.
Berikut ini laporan pertanggungjawaban kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

B. Deskripsi Kerja
1. Meningkatkan peran serta aktif mahasiswa dalam dunia kemasyarakatan.
2. Memaksimalkan kerja sama dengan organisasi kepemudaan yang ada di masyarakat.
3. Menjalankan fungsi sosial kemasyarakatan.
4. Membina hubungan dengan NGO yang berhubungan kemasyarakatan.
C. Program Kerja

1. Risma
Risma (Riset untuk Masyarakat) adalah salah satu rancangan program kerja Deprtemen Pengabdian Masyarakat BEM IT Telkom 2010 yang terinspirasi pada definisi dari kata Provisio (sekarang profesi), yaitu menjadikan ilmu pengetahuan yang dipelajari dapat diterapkan untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut yang melandasi kami, Deprtemen Pengabdian Masyarakat BEM IT Telkom 2010, untuk merancang program kerja ini yang harapannya ilmu yang kita pelajari, sebagai mahasiswa, di IT Telkom ini dapat diterapkan dan berguna untuk kehidupan masyarakat luas pada umumnya dan masyarakat desa sekitar kampus IT Telkom pada khusunya. Dalam hal ini, pengmasy, sebagai penggerak Risma, bekerja sama dengan lab-lab yang terdapat di IT Telkom, karena kami pikir kegiatan-kegiatan riset sangat mungkin dilakukan oleh rekan-rekan di lab-lab IT Telkom. Default waktu untuk rencana riset ini adalah minimal terdapat satu riset yang sedang berjalan dalam satu semester. Pada akhirnya, setelah berulang kali kami berkoordinasi dengan lab yang mempunyai riset yang mempunyai sasaran untuk masyarakat desa sekitar IT Telkom secara langsung, kami telah menemukan rekan yang sedang melaksanakan riset tentang kemasyarakatan, pembuatan Sistem Informasi mengenai desa yang menjadi sasaran sebuah kegiatan bernama Desa Binaan. Berikut formulir persetujuan kerja sama kami (terlampir). Besar harapan riset tersebut dapat membawa kemanfaatan secara maksimal untuk masyarakat, sebesar apapun itu.


2. Penandatangan Deklarasi Norma Berkehidupan
a. Latar Belakang
Mahasiswa adalah bagian dari masyarakat, hidup di masyarakat dan kemudian bersatu dengan masyarakat dalam rangka memainkan peran aktif keduanya. Kehidupan mahasiswa di lingkungan ekstra kampus tidak pernah terlepas dari masyarakat, sehingga dalam kesehariannya mahasiswa selalu berinteraksi dengan masyarakat sekitar tempat tinggalnya.
Oleh karena itu, kami dari Badan Eksekutif Mahasiswa dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan menyikapi beberapa permasalahan mahasiswa yang muncul di masyarakat, maka Rektorat IT Telkom sebagai pelaksana dan bekerjasama dengan BEM KBM IT Telkom telah menyelenggarakan program “Penandatangan Deklarasi Norma Berkehidupan”. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menyelesaikan beberapa masalah mahasiswa yang muncul di masyarakat.

b. Tujuan
• Mempererat tali silaturahim antara mahasiswa dan pihak rektorat dengan masyarakat sekitar kampus.
• Menandatangani Deklarasi Norma Berkehidupan.

c. Penanggung Jawab
Muhammad Catur Saifudin (611080005)

d. Waktu Pelaksanaan
Hari/ Tanggal : Jumat/26 November 2010
Tempat : Ruang Multimedia, gedung Learning Center lantai 2
Waktu : 16.00-18.00 WIB

e. Realisasi
Kegiatan ini dihadiri oleh BEM IT Telkom, BEM Politeknik Telkom, BEM Politeknik Telkom, Rektor IT Telkom beserta jajarannya, Rektor Politeknik Telkom beserta jajarannya, Kepala Desa Sukapura, dan beberapa Perwakilan RW.

f. Pelaksanaan Acara
Acara ini dilaksanakan dengan membentuk kepanitiaan dan diselenggarakan dengan susunan acara sebagai berikut :

16.40-16.45 Pembukaan oleh MC
16.45-16.52 Pembacaan Do’a oleh Pak Wawan
16.52-17.03 Pembacaan Deklarasi oleh BEM ITT, BEM Poltek, dan BEM IMT
17.03-17.20 Penandatangan Deklarasi oleh BEM 3 Kampus, Rektor 3 Kampus, dan 3 Kepala Desa
17.20-17.30 Sambutan oleh Kepala Desa Sukapura
17.30-17.40 Sambutan oleh rektor IT Telkom
17.40-17.45 Penutup

g. Rincian Biaya
Karena yang menyelenggarakan dari pihak Rektorat, jadi kami tidak mengeluarkan dana

h. Hambatan dan Solusi
1) Hambatan :
• Banyak dari warga masyarakat yang diundang yang telat menghadiri acara.
• Perwakilan dari IMT yang terlambat datang.
• Kurang sesuainya waktu pelaksanaan dengan rundown yang telah dibuat.
• Ada beberapa undangan yang tidak hadir

2) Solusi :
• Acara dimulai terlebih dahulu dan MC membacakan prolog terlebih dahulu sambil menunggu undangan datang.

i. Evaluasi
• Sudah bagus, hanya ada beberapa undangan yang tidak hadir

j. Rekomendasi
Untuk kegiatan kedepanya kami memberikan beberapa rekomendasi:
• Memastikan undangan yang hadir.
• Diharapkan untuk selalu mengingatkan atau mengkonfirmasi undangan agar datang tidak terlambat.
• Melakukan pendekatan yang lebih intens pada undangan.
• Melakukan sosialisasi terkait deklarasi norma kehidupan bermasyarakat.
• melakukan kontrol terkait deklarasi norma kehidupan bermasyarakat.


3. Desa Binaan IT Telkom

a. Latar Belakang
Salah satu unsur yang terkandung dalam tri dharma pendidikan adalah pengabdian masyarakat yang berarti mahasiswa yang berada dalam jenjang pendidikan seharusnya bisa menghasilkan dan mengimplementasikan ilmu yang diperolehnya untuk dapat dimanfaatkan dalam dunia nyata khususnya kepada masyarakat. Dan ini berarti Mahasiswa yang memiliki kelebihan dibidang intelektualitas harus bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat , sebagai pertanda pengabdiannya kepada masyarakatnya, bangsa dan negaranya sebagai seorang mahasiswa yang merupakan generasi muda penerus bangsa.
Maka, kami segenap BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA IT TELKOM, berniat menyelenggarakan program “Desa Binaan” yang berisi kegiatan-kegiatan dengan tujuan untuk menunjang kemandirian, melatih serta memberikan pengetahuan kepada segenap masyarakat beberapa RW di seputaran kampus IT Telkom d berbagai bidang kehidupan, meliputi bidang Agama, pendidikan, dan Kesehatan, dengan demikian nantinya akan tercipta sebuah hubungan langsung yang baik dan berkesinambungan antara mahasiwa IT Telkom dengan masyarakat di sekitar kampus IT Telkom.

b. Tujuan
1. Ekonomi
a. Potensi yang ada bisa lebih optimal bisa proses menejerial dan pemasaran
b. Tenaga kerja lebih terserap:
 Lebih mengoptimalkan UKM yang sudah ada sehingga harapannya nanti bisa menyerap tenaga kerja baru
 Menciptakan lapangan kerja baru (UKM baru dari potensi yang sudah ada dan munculnya potensi baru)
2. Pendidikan
a. Orang tua
 Mencerdaskancerdas dalam mendidik anak
 Motivasi anak tentang pentingnya pendidikan
 Menguatkan anak untuk jadi lebih baik
 Menerapkan pola hidup sehat
 Memberikan pengetahuan untuk daerah yang biasa terkena banjir
b. Anak-anak (SD dan SMP)
 Wajib belajar 9 tahun
 Memotivasi untuk melakukan pendidikan lanjutan
 Mengoptimalkan kegiatan belajar asyik
c. Pemuda (study pengembangan)
 Softskill, yaitu perilaku, komunikasi, negosiasi, kepemimpinan
 Hardskill, yaitu ketrampilan lama dan baru, pengembangan
3. Kepemudaan
a. Mereka lebih aktif, kreatif, dan inovatif
b. Lebih berperan aktif dalam kegiatan yang menunjang kemajuan desa
c. Menambah pengetahuan para pemudanya
d. Dapat menyalurkan bakat atau potensi mereka
4. Lingkungan
a. Mengoptimalkan potensi yang ada, misal untuk rekreasi dll
b. Menjadikan lingkungan bersih dan sehat

c. Penanggung Jawab
Andri Mardi (112081081)
Dinda Utami (112080199)
Yanuar DN (116080054)
Imron Nur Kholis (116080075)

d. Sasaran
Masyarakat yang berada di desa terpencil, kurang tersentuh dari teknologi. Disini kita mengarah pada wilayah Desa Bojongsari

e. Waktu Pelaksanaan
Direncanakan dilaksnakan pada November 2010 – Februari 2010. Berikut detail waktu pelaksanaan Desa Binaan :

f. Pelaksanaan Acara
a. Tahap Persiapan
No. Tanggal Kegiatan
1. 1-5 Juli 2010 Survey lokasi
2. 8 Juli 2010 Pembuatan proposal
3. 13-18 Oktober Rekruitasi panitia
4. 3-8 November Perpanjangan rekrruitasi panitia
5. 20 november 2010 Pembentukan Panitia

b. Tahap Pelaksanaan
• Jumlah Peserta
Belum ada, sebab program masih dalam proses pelaksanaan.
• Pelaksanaan Acara
Acara ini direncanakan akan dilakukan Desa Bojongsari yang termasuk dalam kecamatan bojongsoang, Kabupaten Bandung, Dengan jumlah penduduk yang banyak, desa ini terbagi menjadi 19 RW dalam empat Kadus. Dan terdapat berbagai macam potensi di sana, khusunya dari beberapa UKM yang terbentuk dalam masyarakat, yaitu:

a. batu bata;
b. peternakan khususnya ikan;
c. petani;
d. aksesoris;
e. emas;
f. lilin;
g. kerupuk;
h. roti;
i. tahu;
j. rajut;
k. PDAM;
l. produksi barang bekas jadi lampu;
m. warung tenda biru, dll.

Rencana skema alur program desa Binaan


Keterangan Skema alur desa binaan

- Survei : Penelurusan dan penelitian tempat secara langsung mengenai kondisi dan situasi wilayah yang akan dijadikantempat dilaksanakan program desa binaan.
- Social mappig : melakukan pemetaan atau anlisa secara sistematis tenatang kondisi sosial masyarakat setempat
- Pengkajian : Mengkaji kembali hasil survey yang dan social maaping yang telah dilakukan, untuk seterusnya dijadikan sebagai patokan yang pasti untuk perencanaan program yang sesuai dengan hasil survy dan social mapping
- Perncanaan program : perencanaan dan perancangan program yang esuai dan cocok untuk dijalankan.
- Pelaksanaan program : Implementasi dari program yang telah dirancang dan direncanakan sebelumnya
- Evaluasi : tahapan peninjauan terhadap program-program yang telah dilaksanakan
- Menjadoi desa mandiri : tujuan Akhir dari Desa Binaan
- Perluasan Desa : thapan dimana desa yang dibina sudah menjadi desa mandiri, sehingga bisa dilakukan perluasan program ke aspek program yang lainnya.
Rencangan program acara dan jadwal acara yang akan dilaksanakan adalah adalah sebagai berikut :

1. Rancangan program acara
No. Nama Program Uraian Ket.
Ekonomi
1. Forum UKM Tempat sharing para pelaku UKM, untuk memetakan seluruh UKM yang terdapat di desa Bojongsari, sehingga mempermudah dalam memasarkan produk UKM. Bekerjasama dengan badan pemberdayaan masyarakat desa Bojongsari.
2. PMK (Pelatihan Menejerial Kewirausahaan) Pelatihan teknik manajemen UKM Memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang managemen kewirausahan.
3. Teknologi Mutu peningkatan mutu UKM lewat teknologi baru Mengarahkan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang teknologi yang efektif dan efisien.
Pendidikan
 Orang tua
1. Anakku pintar Workshop pendidikan anak Memberikan seminar pengetahuan tentang pentingnya pendidikan untuk anak.
2. Siaga bencana Pelatihan tanggap bencana Menginformasikan tentang cara-cara bersiap-siaga terhadap bencana.
 Anak – anak
1. Sekolahku, Rumah keduaku Acara untuk memotivasi adik-adik (Kelas VI dan IX) untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih Memotivasi anak-anak usia sekolah untuk terus bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
 Pemuda
1. saya memang luar biasa sebuah acara untuk memberikan pengetahuan kepada para pemuda Memberikan pengetahuan dan motivasi untuk pemuda agar lebih kreatif, melatih kepemimpinan, dan membuka wawasan
2. Istana Hati sebuah program berbasis keagamaan Membekali para pemuda tentang keagamaan.
Lingkungan
1. Desaku Indah sebuah acara untuk memperindah desa dan lebih memperlihatkan profil desa,
beberapa diantaranya yaitu lomba menghias RW masing-masing, kata-kata selamat datang, dll. Menyemangati para warga supaya peduli dan mau mempercantik desa Bojongsari.
Kepemudaan
1. Turbosari (Turnamen Sepak Bola Bojongsari) Kejuaraan antar RW, terutama sepak bola Mengadakan pertandingan bidang olahraga antar warga Bojongsari, khususnya untuk para pemuda.
2. (FB) Festival BojongSari Pameran kreasi masyarakt Bojongsari Menawarkan kepada masyarakat untuk mengadakannya sebagai arana unjuk kreatifitas yang telah dibuat oleh warga Bojongsari.


c. Dokumentasi Kegiatan
Terlampir

g. Rincian Biaya
Kami mendapatkan dana sebesar Rp 25.000.000,- dari Pemprov Jabar. Namun untuk detail penggunaanya belum terperinci karena kegiatan tersebut baru akan berjalan.

h. Hambatan dan Solusi
Hambatan:
• Banyaknya hari libur dan padatnya jadwal akademik membuat pelaksanaan program menjadi diundur.
• Kurang rang gencarnya publikasi sebagai media pemberitahuan perekrutan OC.
• Tidak semua OC yang tidak ikut dalam acara Pleno 0 OC desbin.
• Adanya OC yang lupa untuk mengisi jadwal wawancara.

Solusi:
• Lebih digencarkan lagi dalam hal promosi untuk perekrutan OC desa binaan.
• Sebaiknya dilakukan pemberitahuan yang lebih kepada OC agar oc dapat hadir semua dalam pleno 0.
• Sebaiknya OC di ingatkan untuk mengisi jadwal wawancara.

i. Evaluasi
• Kurangnyawaktu dalam perekrutan OC.
• Keterbatasan SDM untuk mengurus secara lebih fokus pada poster, flayer sebagai media pemberitahuan perekrutan.
j. Rekomendasi
Berdasarkan pelaksanaan perekrutan OC Desa Binaanyang telah berlangsung, maka direkomendaikan beberapa hal berikut :
• Diharapkandilakukan persiapanyang lebih, terutama dalam hal pemberitahuan perekrutan OC lewat mading bem, poster, dan flayer.
• Sebaiknya acara ini kedepannya bisa berlanjut dan lebihterpublikasikandenganbaik.

k. Indikator Keberhasilan
 Sebanyak 60% dari warga yang diundang untuk mengikuti kegiatan Desa Binaan ini, ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
 Sebanyak 25% dari warga Desa Bojongsari telah mengimplementasikan kegiatan Desa Binaan ke dalam kehidupan sehari-hari.
4. Badan Tanggap Bencana
a. Latar Belakang
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan YME yang telah memberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalani serangkaian aktivitas yang senantiasa dan sudah semestinya menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai bagian dari civitas akademika IT Telkom umumnya dan BEM KBM IT Telkom khususnya.
Sudah menjadi rahasia umum jika Indonesia adalah salah satu negara yang sangat sering dilanda bencana alam, khususnya di kabupaten bandung. Salah satu bencana alam yang sangat sering melanda Indonesia,khususnya kabupaten bandung adalah banjir. Melihat dari fakta tersebut maka pembentukan suatu team yang khusus untuk terjun langsung dalam penanggulangan bencana adalah salah satu solusi yang sangat tepat. Salah satu tujuan dari pembentukan team ini adalah untuk memfasilitasi civitas akademika yang ingin berpartisipasi dalam membantu penanggulangan bencana.
Untuk membentuk suatu tim yang khusus menanggapi bencana, maka di dibentuk suatu badan yang akan membentuk tim tersebut yang disebut BADAN TANGGAP BENCANA yang dibentuk dari kerja sama antara BEM, ASTACALA, dan KSR. Badan ini akan membentuk Tim yang langsung turun ketika bencana sedang terjadi, yang disebut TIM TANGGAP BENCANA. TIM TANGGAP BENCANA(TTB) adalah suatu tim independen yang telah diberikan pelatihan-pelatihan tentang kesiapsiagaan dalam tanggap bencana.


b. Tujuan
Membentuk team terlatih yang dapat langsung terjun menolong ke daerah bencana.

c. Penanggung Jawab

Muhamad Fadil Al-Anwary 111080150

d. Sasaran
Seluruh Mahasiswa IT Telkom

e. Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan pembentukan Badan Tanggap Bencana adalah 2 bulan, yaitu akhir bulan maret.

f. Indikator Keberhasilan
Indikator dari keberhasilan ini adalah terbentuknya tim yang terlatih untuk langsung terjun ke daerah bencana disaat terjadi bencana dan minimal anggota dari tim tersebut adalah 20 orang.

g. Realisasi
Selama 10 bulan berjalan, BTB telah melakukan berbagai kegiatan yang menyangkut bencana, yaitu:
• Pengiriman bantuan dan relawan ke bencana gempa dan tsunami di mentawai.
• Pengiriman bantuan dan relawan ke bencana meletus gunung merapi di Yogyakarta.
• Pengadaan pelatihan untuk anggota BTB.
h. Rincian Biaya
Berikut adalah rincian biaya yang telah BTB lakukan selama bencana gempa dan tsunami di mentawai dan meletusnya gunung merapi di yogyakarta:
PEMASUKAN DANA
Tanggal Keterangan Nominal
3/11/2010 Penggalangan Dana Gedung A dan B Rp 1,329,100.00
3/11/2010 Penggalangan Dana UKM Band @ Kantin Rp 1,231,500.00
3/11/2010 Himatel Rp 1,000,000.00
3/11/2010 Hamba Allah Rp 1,000,000.00
3/11/2010 Kumpulan Sumbangan Rp 1,485,500.00
3/11/2010 YPT (Pak Garis)
untuk mentawai Rp 500,000.00
untuk merapi Rp 500,000.00
4/11/2010 Penggalangan Dana Gedung A dan B Rp 913,300.00
5/11/2010 Transfer ATM dari Melisa Wahyuni Rp 240,313.00
6/11/2010 Transfer Hamba Allah
untuk merapi Rp 400,000.00
untuk mentawai Rp 400,000.00
7/11/2010 Transfer ATM dari Bu Endang Budiasih
untuk merapi Rp 300,000.00
untuk mentawai Rp 200,000.00
7/11/2010 Tansfer sumbangan untuk Mentawai Rp 500,000.00
9/11/2010 Penggalangan Dana Rp 559,500.00
Total Rp 10,559,213.00


PENGELUARAN DANA
Tanggal Keterangan Nominal
3/11/2010 Pengiriman 1 Relawan (Blasius Febrianus DW) Rp 400,000.00
5/11/2010 Belanja keperluan untuk dikirim ke Jogja Rp 506,175.00
6/11/2010 3 Lusin Handuk Rp 126,000.00
7/11/2010 Pengiriman Bantuan untuk ke Mentawai Rp 6,000,000.00
16/11/2010 Pengiriman dana operasional pulang Rp 800,000.00
8/11/2010 Pengiriman 1 Relawan (M Abie Yudha P) Rp 380,000.00
Total Rp 8,212,175.00


i. Hambatan dan Solusi

Selama menjalani kegiatan ini, banyak sekali hambatan-hambatan yang kami dapatkan, hambatan-hambatan itu adalah:

• Hambatan : Kurangnya koordinasi dengan UKM-UKM lain sehingga menghambat proses penggalangan dana dan penyaluran bantuan dan relawan.
Solusi : Mengajak langsung UKM-UKM dengan cara mengunjungi dan langsung mengajak UKM-UKM tersebut.

• Hambatan : Adanya bencana meletusnya gunung berapi di Yogyakarta dan Tsunami di Sumatra Barat, sehingga mengalihkan fokus kinerja personil BTB dari pengesahan SOP dan pelatihan-pelatihan yang telah direncanakan.
Solusi : Menunggu hingga bencana selesai dan relawan kembali.

• Hambatan : Mendapatkan izin dari kampus baik dari segi administrasi kuliah ataupun yang lainnya.

Solusi : Berkoordinasi dengan pihak kampus agar mendapatkan izin.

• Hambatan : Tidak dapat menjangkau tempat-tempat pengungsian, karena beberapa jalur terhalang banjir.

Solusi : Menggunakan perahu atau menitipkan pada petugas lapangan untuk menyampaikan bantuan ke tempat pengungsian.

j. Evaluasi

Evaluasi dari departemen pengmasy adalah waktu pelaksanaan pembentukan Badan Tanggap Bencana, pengesahan SOP, dan pelatihan relawan telah tercapai. Meski pengesahan SOP dan pelatihan relawan sempat tertunda. Hal tersebut diakibatkan karena banyaknya hambatan yang ada. Salah satu hambatan yang sangat mengganggu adalah bencana yang terjadi hampir bersamaan di Yogyakarta dan Sumatra Barat.

k. Rekomendasi

Departemen pengabdian masyarakat memberikan rekomendasi untuk pelaksanaan Program Kerja Badan Tanggap Bencana berikutnya, yaitu:

• Sebaiknya pelatihan-pelatihan untuk relawan terlatih di berikan secepatnya ketika sedang tidak ada bencana, karena bencana tidak bisa di tentukan.
• Ditingkatkan lagi kerja sama dengan UKM-UKM lain.
• Persiapan untuk mengadakan kegiatan lebih dipersiapkan lagi.
• Masing-masing orang yang terlibat dalam BTB harus memiliki kesiap-siagaan kapan saja, karena bencana itu tidak bisa di tentukan maupun diprediksi.

5. ISTANA ILMU
a. Latar Belakang
Sekarang ini masalah pendidikan dan khususnya masalah dalam hal minat membaca adalah masalah krusial bagi anak-anak generasi penerus bangsa, terutama yang terjadi di sekitar kampus ini. Maka dari itu, Kami dari Departemen Pengabdian Masyarakat mengadakan program ISTANA ILMU yang di dalamna ada griya baca.
b. Tujuan
Tujuan kami disini yakni untuk menambah minat membaca bagi anak-anak SD yang berada di sekitar kampus dan memberikan pelajaran dalam hal mengelola perpustakaan kepada anak-anak yang ditunjuk sebagai pengelola perpustakaan.
c. Penanggung Jawab
Angga Gumilang 112080191
Nova Rizqiana Dewi 111080281
Muhammad Fadhil 111080150
d. Sasaran
• Murid SDN 1 Sukabirus
• Murid SD Lengkong
• Murid SD 8 Dayaeuh kolot
• Murid SD 9 Dayaeuh kolot
• Murid SD 12 Dayaeuh kolot


e. Waktu Pelaksanaan
Program griya baca dilaksanakan pada tanggal 1 November 2010

f. Indikator Keberhasilan
• Minimal terdapat 10 orang sebagai anggota tetap griya baca istana ilmu.
• Minimal pada tiap hari peminjaman buku (Rabu, Kamis, Jum’at) terdapat 5 kali peminjaman buku.
• Adanya partisipasi yang dapat dilakukan oleh mahasiswa/I untuk griya baca, khususnya mahasiswa/i IT Telkom, seperti pemberian buku.

g. Realisasi
Program griya baca ini dilaksanakan setiap hari, namun dalam peraturan yang kami buat peminjaman buku dan pengembalian buku dilaksanakan pada hari rabu, kamis, jum’at.Griya baca ini dilaksanakan di SDN 1 Sukabirus. Program ini awalnya kami tujukan tidak hanya untuk anak-anak di SDN 1 Sukabirus saja, tetapi dikarenakan beberapa hal maka untuk saat ini kami hanya fokus kepada anak-anak yang berada di SDN 1 Sukabirus. Lalu pengelola yang kami tunjuk adalah anak-anak kelas 5 SDN 1 Sukabirus sebanyak 6 orang, yaitu :
• Agung setya
• Farhan
• Ilham
• Suhendar
• Ranti
• Sherly
• Nina

Griya baca ini juga melakukan pencarian buku dengan pemberitahuan melalui facebook dan kaskus, yang nantinya buku-buku ini ditujukan untuk diberikan ke griya baca yang berada SDN 1 Sukabirus, sampai dengan saat ini telah terdapat 6 penyumbang buku, yaitu :
• Megawati Mahasiswi IT TELKOM
• Demsy Setiawan Mahasiswa IT TELKOM
• Khairul Amri Masyarakat
• Nurul Yuniar Mahasiswi UGM Jogja
• Ade Dian F Mahasiswi IT TELKOM
• Devi Resmisari Masyarakat

Dan Jumlah buku yang disumbangkan kepada griya baca istana ilmu terdapat 196 buku yang tediri dari buku pelajaran dan buku pengetahuan umum (buku cerita,dll).
.
h. Rincian Biaya
Pemasukan
• YPT Rp 1.000.000,00
Pengeluaran
• Map 1 buah Rp 20.000,00
• Print, Fotokopi Rp 30.000,00

i. Hambatan dan Solusi
Hambatan
• Tempat pelaksanaan griya baca istana ilmu
Pada masalah tempat ini awalnya kami mendapatkan kendala dikarenakan dalam waktu dekat tempat yang awalnya kami inginkan jadi tempat perpustakaan akan diperbesar ruangannya.
• Sasaran anggota griya baca istana ilmu
Pada awalnya kami memberikan sasaran untuk griya baca ini ditujukan untuk SDN 1 sukabirus, SD Lengkong, SD 8, 9, 12 Dayeuhkolot, tetapi akhirnya untuk saat ini kami fokuskan kepada SDN 1 Sukabirus dikarenakan SD 8,9,12 Dayaeuhkolot ini sangat jauh jaraknya dengan tempat perpusnya, sehingga agak terkendalana dalam hal jarak, lalu SD Lengkong tidak kami fokuskan dikarenakan ternyata anak-anak yang sekolah di SD Lengkong, tempat tinggal jauh dari SDN 1 Sukabirus.
Solusi
• Kami tetap menata buku-bukunya di tempat tersebut dengan ijin dari sekolah sambil menunggu kapan bangunan tersebut akan di bangun dan untuk sekarang dikarenakan akan dibangun maka untuk sementara kegiatan griya baca dipindahkan ke ruangan yang lain dan atas ijin dari pihak sekolah juga.
• Kami memfokuskan kegiatan griya baca untuk anak-anak SDN 1 Sukabirus, mulai dari pengelola sampai anggota tetap griya baca istana ilmu.

j. Evaluasi
• Griya Baca
Dari.realisasi program griya baca, maka telah terlaksana dengan baik dan lancar dan hanya ada beberapa kendala yang dihadapi namun dapat tertanggulangi dengan baik.

k. Rekomendasi
• Griya Baca
Untuk rekomendasi ke depan, mungkin dalam penentuan tempat kalau bisa di tempat umum jadi masyarakat pun bisa datang, sehingga bukan dari anak-anak dari sekolah tertentu saja yang datang. Lalu kedepannya, harus dapat melakukan strategi-strategi yang dapat mengajak anak-anak untuk menambah minat dalam hal membaca, seperti mengadakan acara-acara untuk menambah minat baca anak-anak. Lalu mungkin bisa mengadakan kerjasama juga dengan pihak-pihak penerbit buku (gramedia,mizan,dll) untuk menambah koleksi buku di griya baca istana ilmu.
 

6. Mahasiswa Peduli Lingkungan
a. Pendahuluan
Mahasiswa sebagai agen perubahan bagi dirinya, orang lain dan lingkungannya diharapkan bisa berkontribusi bagi sekitarnya. Program mahasiswa peduli lingkungan merupakan aksi konkrit mahasiswa akan peranannya sebagai elemen masyarakat yang peduli akan kondisi lingkungannya. Program kerja Mahasiswa Peduli Lingkungan yang pada acara ini bertemakan “Giving to others” merupakan rangkaian acara yang diadakan atas kerjasama oleh IT Telkom, IM Telkom, Politeknik Telkom, dan LSM Global Peace Volunteer. Sebelum acara kerja bakti lingkungan ini berlangsung GPV mengadakan program Power Of Rupiah yang diselenggarakan di beberapa universitas Indonesia dan kalangan SMA beberapa tempat di Indonesia. Diteruskan oleh acara Global Peace Festival yang diadakan di Senayan sebagai bentuk aksi peduli untuk anak-anak miskin yang ada di seluruh Indonesia.
b. Tujuan
Program kerja ini bertujuan untuk memberikan solusi aktif dalam menyelesaikan masalah khususnya kebersihan dan pengelolaan sampah yang ada di sekitar kampus IT Telkom.

c. Penanggung Jawab
Condro Aji P (111080253)
d. Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini adalah mahasiswa IT Telkom, IM Telkom, Politeknik Telkom, dan warga sekitar.

e. Waktu Pelaksanaan
Hari / Tanggal : Minggu / 07 Oktober 2010
Tempat : Desa Lengkong, Desa Bojongsoang, Desa Citereup
Waktu : 08.00-13.00


f. Indikator Keberhasilan
1. Kondisi sungai menjadi relative lebih bersih dan sehat
2. Kegiatan tergerak oleh sekitar 50 mahasiswa dan sekitar 50 warga setempat-pihak lain

g. Realisasi
a. Tahap Persiapan
No. Tanggal Kegiatan
1. 10-12 September 2010 Pembentukan panitia
2. 16-18 September 2010 Pembuatan proposal
3. 18-20 September 2010

• Permohonan kerjasama & batuan ke Dinas Pekerjaan Umum
4. 20-23 September 2010 Pengajuan proposal ke Rektorat dan KBM
5. 25-29 September 2010 Koordinasi dengan tokoh masyarakat sekitar
6. 1-6 Oktober 2010 Publikasi
7. 7 Oktober 2010 Pelaksanaan kegiatan
8. 10 Oktober 2010 Pelaporan Kegiatan

b. Tahap Pelaksanaan
• Jumlah Peserta
Perwakilan mahasiswa : 62 Orang
Masyarakat : 27 Orang
• Pelaksanaan Acara
Acara ini dilaksanakan dengan membentuk kepanitiaan dan diselenggarakan dengan susunan acara sebagai berikut
08.00-08.15 Pembukaan oleh ketua panitia
08.15-08.20 Sambutan Presma
08.20-08.30 Sambutan Tokoh Masyarakat
08.30-08.35 Pembukaan dengan simbolisasi
08.35-08.45 Pengarahan dan pembagian tugas kerja bakti
08.45-11.30 Kerja bakti lingkungan
11.30-12.00 Break+hiburan musik
12.00-12.45 Refleksi peserta kegiatan+makan bersama
12.50 Penutupan
c. Dokumentasi Kegiatan
Terlampir

h. Rincian Biaya
PENGELUARAN
NO KETERANGAN Unit JUMLAH
1 Trash Back 100 Rp 100.000,00
2 KONSUMSI
Aqua dus 10 Rp 120.000 ,00
Nasi bungkus 100bungkus Rp 800.000,00
3 Baliho 1 Rp 150.000,00
4 Panggung+sound system 1 paket Rp 2.000.000,00
5 Administrasi - Rp 50.000,00
6 Pengadaan tempat sampah Batu bata 500 ,semen 2 sak,pasir 1 coal,kawat 0.5 m Rp.2.500.000,00
7 Perkakas kebersihan 3 sekop,20 sapu lidi, 50 sarung tangan Rp 300.000,00
TOTAL Rp 5.300.000,00
i.
j.
PEMASUKAN
NO KETERANGAN JUMLAH
1 KBM IM Telkom Rp 300.000,00
2 Lain-lain Rp5.000.000,00
TOTAL Rp 5.300.000
k.
l.

i. Hambatan dan Solusi
Hambatan:
1) Kurangnya koordinasi dengan masyarakat sekitar sehingga menyebabkan kesalah pahaman dalam mengadakan revitalisasi tempat sampah.
2) Kurangnya publikasi ke mahasiswa IT Telkom,Im Telkom,dan Politeknik Telkom sehingga menyebabkan kurangnya sumberdaya manusia dalam kerja bakti lingkungan ini.
3) Adanya kecemburuan sosial antar desa dalam pengadaan infrastruktur kebersihan desa.
4) Ketidakmaksimalan perizinan logistik sehingga masih mempersiapkan listrik di hari H.
Solusi:
1) Koordinasi dengan tokoh masyarakat sekitar dilakukan jauh-jauh hari dan intensif dilakukan secara merata ke semua desa sekitar kampus.
2) Publikasi diperluas hingga ke dunia maya agar semua mahasiswa ikut terlibat.
3) Menengahi segala persoalan dengan melihat sama ke seluruh desa di sekitar kampus karena persoalan di setiap desa tidaklah sama.
4) Perizinan listrik dilakukan dengan meminta bantuan listrik fasilitas umum seperti masjid,sekolahan,taman bacaan,dll.

j. Evaluasi
1. Kurangnya persiapan dalam perizinan dan pengadaan logistik dikarenakan keterbatasan sumberdaya panitia
2. Keterbatasannya dana untuk mengadakan acara
3. Keterbatasan waktu untuk menyelenggarakan kegiatan

k. Rekomendasi
Berdasarkan pelaksanaan acara Mahasiswa Peduli Lingkungan
yang telah berlangsung, maka direkomendaikan beberapa hal berikut :
1. Diharapkan dilakukan persiapan acara yang matang dan konsolidasi terlebih dahulu ke tokoh masyarakat baik RW,RT maupun masyarakat pada umumnya secara intensif
2. Sebaiknya acara ini ke depannya bisa berlanjut dan lebih terpublikasikan dengan baik.
3. Acara ini bisa di ikuti oleh setiap elemen masyarakat baik mahasiswa,tokoh masyarakat,pemuda karang taruna desa dan masyarakat umum.
4. Acara ini dilakukan secara berkala.
 
D. Analisis Umum
Selama kepengurusan kabinet BEM KBM 2010 berlangsung, kami memiliki sebuah tagline “Terus Bersinergi untuk Peduli” berdasar penilaian kami, kinerja kami sudah cukup bagus karena sebagian besar deskripsi kerja sudah dapat terlaksana yaitu peran serta mahasiswa dalam kegiatan kemasyarakat meningkat, inti terbukti dengan kegiatan pemberian bantuan terhadap bencana Merapi dan Mentawai, selain itu ada juga Istana Ilmu yang mampu menjadi oase terkait ilmu di masyarakat, kegiatan Mahasiswa Peduli Lingkungan yang mampu menjadi solusi terkait sampah di daerah sekitar khususnya RW 1 Lengkong, dan Kegiatan Penandatanganan Deklarasi yang harapannya dapat menyelesaikan beberapa permasalahan mahasiswa yang muncul di masyarakat.

E. Evaluasi Umum
Dari awal kepengurusan hingga tengah kepengurusan, kinerja sudah cukup baik, karena kinerja kami sudah memperlihatkan beberapa hasil seperti Istana Ilmu, dll, tapi memang ada beberapa evaluasi:
• Ketika kami sudah menetapkan timeline tiap kegiatan, ternyata beberapa agenda terpaksa diundur karena beberapa alasan, bencana Merapi dan Mentawai yang memaksa kami untuk cukup fokus di sana, selain itu untuk program MPL terjadi pengunduran karena ada pihak-pihak yang diajak bekerja sama ternyata meminta untuk menunda dan hasil rapat juga memutuskan hasil yang sama.
• Ada kegiatan yang bersinergi, tapi karena atas kesepakatan pihak terkait, maka acara tersebut ditunda.

F. Rekomendasi Umum
• Timeline tiap kegiatan harap benar-benar diperhatikan
• Diawal tidak prioritas pada proker terlebih dahhulu, tapi tergantung visi, dan pembuatan visi tergantung pada kebutuhan
• Internal departemen, seperti penomoran surat, pengeluaran, tugas kerja perlu dirapikan lagi
• Sering sharing dengan senior, organisasi lain yang sevisi, atau lembaga terkait, karena mungkin saja ada program yang bisa dikerjakan bersamaan.
• Lebih membuka jaringan, baik dengan internal KBM, yayasan, perusahaan, dll, agar terus bersinergi.

G. Penutup
Semoga apa yang telah kami lakukan bisa bermanfaat dan yang akan kami lakukan berupa cita-cita bisa terealisasi. Dan semoga Allah SWT meridhoi sehingga ini semua bisa bermanfat untuk Indonesia, khususnya untuk masyarakat, dan civitas akademik. Amin... Mari terus berjuang untuk mewujudkan Indonesia mandiri!

Terus Bersinergi untuk Peduli!
Salam Gerakan Pengabdi Masyarakat!

Badan Tanggap Bencana dan Tim Tanggap Bencana IT Telkom


Badan Tanggap Bencana dan Tim Tanggap Bencana IT Telkom

Apa sih Tim Tanggap Bencana IT Telkom?
Badan Tanggap Bencana adalah suatu wadah yang diinisiasi oleh BEM dibawah Departemen Pegabdian Masyarakat, KSR, dan Astacala, tetapi tidak menutup kemungkinan Ormawa lain untuk bergabung dalam Badan Tanggap Bencana. Dilihat dari namanya sudah sangat ketahuan bahwa inilah yang nantinya akan mengkoordinasikan hal-hal yang terkait dengan bencana tersebut, mulai dari publikasi tentang kondisi bencana di suatu temapat, dan terjun ke lapangan ketika ada musibah atau bencana di Indonesia, khususnya di Kabupaten bandung.
Sejarah Berdirinya?
Ketika masa kepengurusan BEM 2009, tiga lembaga(BEM, Astacala, KSR) sepakat untuk membuat sebuah pusat koordinasi di IT Telkom yang sigap apabila terjadi bencana di Indonesia khususnya di Kabupaten Bandung. Akhirnya diadakanlah beberapa rapat untuk mematangkan rencana ini, begitu banyak ide-ide membangun yang muncul. Tetapi sayang, ketika pembentukan dan perencanaan badan ini belum benar-benar selesai ternyata masa kepengurusan BEM telah habis, yang ini berarti para pejuang pengabdi masyarakat harus berganti aktor. Dimana dalam pergantian aktor pejuang tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama mulai rekruitasi, pelantikan, dll, karena beberapa hal tersebut jadi sempat hilang hubungan terkait badan ini. Ketika terjadi banjir di Baleendah, Dayeuhkolot, dan bahkan daerah terdekat kita, Sukabirus, akhirnya inisiasi tentang pendirian badan ini kembali menguat, dan akhirnya tepatnya pada Senin, 15 Februari 2010 terjadi serah terima antara pengurus BEM 2009 ke BEM 2010 tentang Badan ini, dan saat itu juga badan ini mulai menyusun rencana untuk menanggapi kasus banjir ini. Dan langkah malam itu juga adalah melakukan proses assesment(pendataan). Hari dan tanggal itu akan menjadi sebuah momen untuk semakin memberi yang terbaik dari apa yang bisa kita lakukan.
Bedanya apa antara Badan dan Tim?
Badan Tanggap Bencana adalah suatu wadah yang akan membentuk tim tanggap bencana, dimana nantinya setelah terbentuk tim tersebut akan ada pelatihan dan persiapan terkait tentang tanggap bencana, mulai assesment(pendataan), pendirian dapur umum, dll.
Sedangkan Tim Tanggap Bencana adalah Tim hasil bentukan Badan Tanggap Bencana, yang nantinya akan mendapat pelatihan dan akan terjun langsung ke lokasi bencana, siapapun bisa bergabung dalam Tim ini asalkan lolos tahap seleksi yang akan diatur olen Badan Tanggap Bencana.
Lalu, bagaimana dengan struktur dari badan ini?
Ini adalah struktur sementara(masih mungkin ada beberapa perubahan) dari Badan Tanggap Bencana ini:
Koordinator : Muhammad Fadhil, erwakilan dari BEM
Sekretaris : Elya, perwakilan dari Astacala
Bendahara : Dinda, perwakilan dari BEM
Diklat : Endang, perwakilan dari KSR
Operasional : Eko, perwakilan dari Astacala
Logistik : Vemy, perwakilan dari KSR
Humas : Bertiany, perwakilan dari Astacala
Apakah tujuan dibentuknya Badan dan Tim ini?
Ketika kita menghasilkan sesuatu tentunya kita memiliki latar belakang, begitu juga dengan Badan dan tim ini, beberapa tujuannya yaitu:
1. Ada pusat koordinasi ketika ada bencana terjadi, bencana selalu datang tiba-tiba, saat itu muncullah panggilan hati untuk bersegera untuk membantu, mulai dari penggalangan dana, turun ke lapangan, dll. Tapi gerakan-gerakan mulia itu belum bulat menjadi satu suara, jadi badan dan tim ini berusaha memfasilitasi dan menampung berbagai bantuan dari rekan It Telkom, baik itu lembaga ataupun perseorangan.
Karena kita Satu Indonesia! Satu It Telkom!
2. Membentuk orang yag terlatih untuk terjun ke lapangan, ketika bencana terjadi tentunya disana akan membutuhkan banyak tenaga, sehingga terkadang ketika kita di lapangan dan belum memiliki ilmunya tentu akan menyusahkan kerja kita saat itu. Sehingga tentu saja ini menambah jumlah relawan yang siap turun lapangan.
3. Mesinergikan mahasiswa IT Telkom, dimulai dari sinergi lembaga-lembaga di KBM.
Bagaimana respon Badan ini terhadap bencana banjir kali ini?
Sehubungan dengan waktu yang sangat mendadak, sehingga semenjak serah terima, reken-rekan di badan tanggap bencana menyepakati bahwa dalam menyikapi banjir ini mereka masih ingin menamakan Tim Tanggap Bencana, karena mereka nantinya akan langsung terjun ke lapangan. Langkah pertama kali Tim ini adalah assesment korban banjir di daerah sekitar kampus, Sukabirus, setelah melakukan pendataan lalu disusunlah beberapa langkah yang memang menjadi kebutuhan dari korban tersebut, dan diputuskan bahwa teman-teman tim tanggap bencana akan memberikan sembako. Ini didasarkan karena para korban memang membutuhkan barang mentah.
Informasi, apabila rekan-rekan ingin memberikan sumbangannya bisa diberikan ke Tim Tanggap Bencana ini.
(c4)

Aku, Tarbiyah, dan Kampus



Aku, sebuah kata yang menggambarkan tentang diri seseorang, yang gambaran itu didapat dari sebuah perenungan akan pemaknaan diri, siapakah diri kita masing-masing? Aku, adalah penggambaran seorang makhluk yang lemah, tak berdaya, berlumuran dosa, tapi masih sok dengan hal baik yang sedang atau telah dilakukan, padahal niatnya belum tentu lurus dalam melakukan kebaikan itu, padahal belum tentu itu memang baik untuk semua orang, padahal belum tentu hal itu memang diridhoi oleh Allah, lalu apakah ternyata itu baik? Aku, hanyalah manusia biasa yang masih banyak khilaf dan tak jarang juga menuruti hawa nafsu yang biasanya dilatarbelakangi oleh godaan setan.
Tapi sebuah nikmat terbesar dalam hidupku yang harus terus disyukuri adalah bahwa aku seorang muslim. Karena dengan nikmat itulah, diri yang lemah, penuh dosa, dan penuh keterbatasan ini bisa saja mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan dunia akhirat, bukan karena ibadah yang dilakukan tapi karena rahmat dan kasih sayang Allah pada hambanya, itulah indahnya kita berislam. Aku, apakah memang benar-benar sudah menjadi generasi Islam yang dikehendaki Allah? Apakah Islam sudah benar-benar ada dalam diriku? Ada dalam setiap hembusan nafasku? Ada dalam setiap detik waktu yang berjalan? Kalau jawabannya belum, lalu apa yang sudah aku selama ini? Bukankah Islam adalah solusi atas pelbagai persoalan kehidupan, bukankah Islam adalah agama yang diridhoi oleh Allah.
Ketika hati ini kering kerontang karena makin jauh pada Allah, karena pemaknaan pada Islam yang salah, karena tindakan yang tidak sesuai dengan syariat. Saat itulah kita membutuhkan obat, tarbiyah. Tarbiyah adalah layaknya obat ketika kita sedang sakit, sakit karena kesalah pemaknaan pada Islam, karena tindakan tidak sesuai syariat yang harusnya membawa kemanfaatan ee..kok malah membawa kemelangratan. Kan hanya ada dua jalan, kita menjadi bagian dari solusi atau mungkin sebaliknya, kita bagian dari penghancur nilai-nilai keindahan Islam. Naudzubillah...
Tarbiyah akan senantiasa menjadi obat, dimana obat itu akan memberikan kita efek perubahan yang lebih baik, perubahan dari ketika aku tidak bia menjadi bisa, perubahan dari ketika aku belum tahu menjadi tahu, perubahan dari ketika aku hanya menjadi penonton berganti menjadi aktor dalam panggung pembangunan peradaban Islam ini. Tarbiyah akan terus ada, karena perubahan akan terus berguling, perubahan waktu akan memberikan efek pada sosok aku, perubahan waktu berpengaruh pada perubahan iman, perubahan waktu berpengaruh pada sisi psikologis. Oleh karena itu, orang-orang yang sabarlah yang akan terus bertahan dalam tarbiyah ini. Bagaimana tidak, ketika yang lain sedang asyik tidur orang-orang yang tertarbiyah harus merelakan waktunya untuk memenangkan pemilu, ketika yang lain sedang asyik bercengkeramah dengan keluarga orang-orang yang tertarbiyah harus merelakan waktunya, tenaganya untuk berkeliling mengisi halaqoh, untuk menyebarkan syariat yang ternyata sekarang banyak orang menganggap bahwa syariat itu mengerikan padahal anggapan itu salah, syariat itu indah bahkan begitu indah.
Tarbiyah akan terus ada, ketika masih ada orang yang belum Islam, atau ada orang yang mengaku Islam tapi masih bergelimang dengan hal-hal yang tidak disukai oleh Allah, ketika masih ada orang yag mengaku Islam tapi belum memiliki pemahaman yang benar tentang Islam itu sendiri. Dan aku terus berdo’a pada Allah, bahwa tarbiyah selalu ada dalam diriku, dan aku bisa terus berada pada tarbiyah. Sekali lagi, bukan menjadi penonton tapi menjadi aktor.
Do’a itu, Tarbiyah ada dalam diriku, dan aku ada dalam tarbiyah berawal dari sebuah lingkungan kecil yang berada dalam masyarakat , sebuah lingkungan intelektual muda penuh semangat perubahan dan perjuangan, yaitu kampus. Kampus akan terus menjadi pemasok manusia-manusia cerdas beriman, manusia-manusia dengan semangat juang tinggi untuk menegakkan kalimah Allah. Karena kampus akan terus diisi oleh para pemuda kritis, analis yang siap berjuang, karena pemuda tidak akan serta merta menerima sesuatu tapi pemuda akan terus kritis, berpikir ketika menerima sesuatu. Inilah yang akan mengakibatkan tarbiyah akan terus ada di kampus-kampus, bahkan tidak hanya ada tapi tarbiyah akan terus berkembang di kampus-kampus. Dan aku terus berdo’a, bahwa Tarbiyah ada dalam diriku, aku ada dalam tarbiyah, dan tarbiyah akan terus ada di kampus IT Telkom....

Kamis, 04 November 2010

IT Telkom Peduli

IT Telkom Peduli
by Muhammad Catur Saifudin on Tuesday, November 2, 2010 at 9:23am

Hidup Mahasiswa!

Hidup Rakyat Indonesia!



Indonesia adalah negara yang kaya dengan alamnya mulai dari gunung, laut, dan hasil bumi. Alam bisa bersahabat dan juga bisa kurang bersahabat dengan kita, dan saat ini alam sepertinya sedang kurang bersahabat dengan kita. Ketika kita sedang melakukan UTS dan disibukkan dengan aktifitas UTS, ternyata seperti yang sudah kita ketahui melalui berbagai media, mulai dari internet, dan televisi bahwa terjadi bencana letusan Gunung Merapi di Yogyakarta dan bencana tsunami di Mentawai. Kita, Keluarga Besar Mahasiswa IT Telkom (KBM IT Telkom) melalui Badan Tanggap Bencana Keluarga Besar Mahasiswa IT Tekom (BTB KBM IT Telkom) juga akan terus bergerak untuk turut memberikan kontribusi sebagai bentuk kepedulian kita pada saudara-saudara kita di negeri ini. Ditengah UTS, tepatnya tanggal 30 Oktober 2010 kita telah mengadakan rapat konsolidasi dengan para ketua ormawa IT Telkom untuk membicarakan kontribusi kita, dan menghasilkan beberapa keputusan:


1. Melakukan penggalangan dana untuk Merapi dan Mentawai
Penggalangan dana ini dilakukan di civitas akademia IT Telkom mahasiswa, dosen, dan pihak-pihak lain. Penggalangan ini dilakukan di kelas (mulai Rabu, 031110), di beberapa area kampus(gedung kuliah, gedung lab, learning center, dll), lewat milis dosen(dengan bantuan Bu Endang Budiasih). Selain itu pada Rabu, 3 November 2010, kami juga akan mengadakan penggalangan dana di kantin bersama UKM Band serta galeri informasi bencana dan pengumpulan bantuan di tengah gedung B.

Jadi untuk teman-teman yang ingin membantu, bila dalam bentuk uang bisa dikirim ke rekening 1310006213005 a.n. MuhammadFadhil Al-anwary, bantuan lain seperti baju bisa langsung dibawa ke sekre BEM IT Telkom.

2. Mengirim relawan ke Mentawai
Selain melakukan penggalanga dana, kami juga mengirim dana ke Mentawai. Kenapa Mentawai? Karena beberapa pertimbangan, yaitu bila di Merapi sudah banyak bantuan, dan relawan, tapi untuk mentawai, hanya sedikit relawan yang berada disana dan bantuan yang masuk disanapun sedikit. Maka dari itu, kami memutuskan untuk mengirim relawan ke Mentawai. cp relawan :engkong 081511755930

Sudah cukuplah kita mendapat begitu banyak informasi dari televisi, internet, dll, sekarang saatnyalah kita tunjukkan kepedulian kita lewat aksi nyata. Untuk itu, kami mengajak seluruh mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam aksi kepedulian ini. InsyaAllah apapun yang kita lakukan dan atau kita berikan bisa bermanfaat untuk orang lain, tidak perlu berpikir yang kita berikan itu kecil, atau sedikit yang terpenting bukanlah besar atau kecil tapi keikhlasan kita. Lebih baik lagi kalau besar dan ikhlas, :D. Karena, “Sedikit dari kita, sangat berarti untuk mereka.”

Kami mengajak, anda yang memutuskan!

Terus Bersinergi dalam bergerak!

Salam Perjuangan!

a.n.Keluarga Besar Mahasiswa IT Telkom



Aktivis Dakwah dan Retorika Umat?

Aktivis dakwah, generasi solutif atas berbagai retorika umat kekinian.
Topik: Apakah Kita Aktifis?
Bismillah....
Islam adalah agama kedamaian yang memang mengajarkan kedamaian, tidak hanya itu, Islam adalah menjadi solusi atas segala permasalahan di dunia ini. Tapi kita, masyarakat muslim khususnya di Indonesia dirasa masih belum menunjukkan ciri-ciri bahwa kita adalah solusi atas permasalahan-permasalahan yang muncul di kehidupan masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah masalah pemahaman tentang Islam masih belum bagus, ini tidak terlepas juga disebabkan oleh masyarakat yang diserang dari segala sisi oleh kumpulan orang-orang yang membenci Islam atau bahkan malah menyerang umat Islam, dan serangan-serangan itu sangat lembut dan terkesan lembut sehingga kita menadi tidak terasa dalam menenerima serangan tersebut seperti lewat makanan, film, iklan, media massa,dan itu menjadi sebuah ghazwul fikri atau perang pemikiran. Bagaimana tidak? Karena serangan-serangan tersebut berdampak pada pemahaman Islam, akidah, akhlak dan banyak hal lain. Bahkan, muncul di masyarakat atau mungkin di lingkungan keluarga kita itu orang yang mempelajari Islam dengan rutin malah dibilang teroris mungkin cuma karena tidak bersalaman(bersentuhan) dengan yang bukan mahram, padahal hal itu memang sudah menjadi kewajiban kita sebagai muslim. Sehingga apakah kita akan bermusuhan dengan orang Islam dan kita malah bergandengan erat dengan orang-orang kafir yang jelas-jelas telah menyerang kita, mengkerdilkan kita, dan berusaha menghancurkan peradaban Islam yang penuh rahmat Allah ini? Tentu saja, jawabannya tidak! Teringat kata-kata Ustadz Rahmat Abdullah, bahwa seperti monyet yang diserang dengan angin kencang, si monyet berpegangan sangat erat, sehingga tidak jatuh, tapi ketika si monyet terkena angin sepoi-sepoi malah jatuh. Itulah gambaran manusia yang terkena cobaan dengan hal-hal yang terkesan condong ke hedon/kesenangan dunia saja.
Ibarat sebuah kata-kata entah apa itu namanya bisa pepatah atau yang lain, bahwa dimana Allah menurunkan sebuah penyakit disaat itu juga Alah menurunkan obatnya. Seperti jaman kaum Nabi Musa as dengan kondisi masyarakat dan umat yang seperti it diturunkanlah obatnya berupa ajaran dari Allah yang diturunkan lewat Nabi Musa as. Sama halnya dengan jaman jahiliyah, sebelum ada Nabi Muhamad SAW dengan jaman ketika beliau sudah ada. Dimana beliau membawa risalah dari Allah azza wa jalla yang diturunkan secara berkala dan keteladanan yang ada pada diri Rasulullah SWT semuanya menjadi obat atas segala penyakit yag muncul di dunia ini, baik penyakit yang muncul di diri, masyarakat, di dunia pemerintahan, yang selaras dengan Islam yang menjadi rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam. Dan akan terus ada orang-orang yang senantiasa menjalankan dan memperjuangkan risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Yang senantiasa berjuang dengan hanya mengharap ridho Allah. Yang senantiasa berjuang agar menjadi generasi-generasi solutif atas masalah umat. Karena tidak ada yang patut menjadi tujuan hidup selain ridho Allah azza wa jalla.
Banyak orang yang tersadar dengan berbagai permasalahan umat dan akhirnya mereka bergerak. Dan saat ini banyak yang mengatakan bahwa mereka adalah generasi solutif atas masalah yang terjadi, mungkin masalah masyarakat merek berjuang agar masyarakat menjadi sehahtera sehingga muncul sebutan bahwa mereka adalah aktivis masyarakat, tokoh masyarakat. Ada juga yang melihat sebuah permasalah di bidang lingkungan dan akhirnya mereka bergerak untuk memperbaiki bidang lingkungan agar mencapai suasana yang nyaman dan menimalisir terjadinya bencana sehingga muncul sebutan bahwa mereka adalah aktivis lingkungan, dan masih banyak sebutan aktivis-aktivis lain untuk orang yang berjuang di bidang tertentu, dimana sebutan itu muncul karena tindakan mereka, perjuangan mereka untuk menegakkan yang hak dan melawan hal yang bersifat bathil. Begitu banyak perjuangan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang, tapi manakah yang benar-benar sesuai dengan hakikat kita sebagai muslim yang kita ikrarkan ketika kita mengucap syahadat? Dialah pejuang-pejuang Islam yang senantiasa berjuang menegakkan syariat, Aktivis Dakwah, tidak bosan-bosan saya mengatkan bahwa dia berjuang, hanya mengharap ridho Allah. Jadi segala aktifitas kita adalah dakwah, segala hal yang kita lakukan harus berorientasi dakwah, aktifitas di bidang lingkungan, masyarakat, politik pemerintahan,dan aktifitas lain dimana aktifitas itu untuk melakukan perbaikan umat baik dari aqidah, akhlak, dan sistem yang sesuai syariat Islam. Tapi sebelum melakukan perbaikan pada orang lain, tentu saja dimulai dari perubahan pada diri kita sendri, daripada nanti malah kena “kaburo maktan ‘indawAllahi....(Q.S. Ash-shaff; 3).”
Lalu, siapakah aktivis dakwah itu? Yang katanya berjuang hanya mengharap ridho Allah untuk peradaban Islam, apakah dia(semua orang) yang ikut tarbiyah? Atau dia yang ikut menjadi bagian dari LSM atau keluarga besar gerakan Ikhwanul Muslimin (agaknya kata ini lebih tepat)? Seperti sudah diungkapkan di atas bahwa segala aktifitas kita adalah dakwah, maka sekarang muncullah begitu banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) baik di bidang masyarakat, lingkungan, bencana, ekonomi, politik seperti Rumah Zakat, PKPU, Dompet Dhuafa, Satu Untuk Jabar, Aksi Cepat Tanggap(ACT), KOMPPI dan masih banyak lainnya. Bagi saya, seorang aktivis dakwah adalah dia yang mau memperjuangkan agama ini dengan sekuat tenaga, dengan ikhlas, tiada sekutu selain Allah. Dia yang akan terlebih dahulu memperbaiki diri lalu memperbaiki orang lain, bukan dengn menghancurkan dan mengganti yang baru tetapi memperbaiki yang sedang rusak. Ibarat komputer rusak, apakah kita akan membuang komputer tersebut dan mengganti komputer tersebut dengan yang baru? Tentu saja tidak, kita malah akan memperbaiki komputer tersebut dengan melihat segi prioritas, komputer mana yang lebih cepat untuk diperbaiki itulah yang akan kita perbaiki terlebih dahulu lalu disusul dengan komputer yang lain. Dialah aktivis dakwah sejati.
Bagi saya ada hal utama yang harus ada di dalam diri para aktivis dakwah, adalah memiliki kekuatan azam kuat untuk berubah dan berjuang. Begitu banyak orang yang berjuang demi negara, lingkungan, demi masyarakat dengan segala kekuatan fisik dan harta bahkan mereka siap berjaga malam tidak tidur (banyaknya ketika bencana alam) untuk berjuang. Itu baru memperjuangkan sebagian hal yang ada dalam perjangan Islam, apalagi kita yang berjuang untuk memperjuangkan agama ini? Maka perjuangan kita harus lebih dari itu semua. Dalam perjuangan itu dituntut keistiqomahan, keikhlasan, dan militansi yang kuat. Karena tanpa hal itu, mungkin kita hanya menjadi kader taklimatan atau aktivis taklimatan, yang berjalan hanya ketika ada taklimat dari murabbi, kalau bukan taklimat tidak mau bergerak, wah kalo udah kayak gini kan berabe, khawatir malah kurang ikhlas, padahal ketika kita sudah berazam kuat maka di depan akan kelihatan ternyata banyak jalan untuk mewujudkan hal itu bahkan mungkin jalan yang orang mengatakan tidak mungkin bisa saja jadi mungkin. Dengan kekuatan azam dan militansi kuat, maka siapapun akan siap dan semakin dan bahkan terus mantab dalam mengarungi jalan samudera dakwah ini, sebuah jalan yang hanya sedikit orangnya, yang penuh dengan tantangan, rintangan, cobaan, fitnah, dan cacian. Seperti yang bisa kita lihat di medan dakwah terdekat kita, kampus, muncul begitu banyak fitnah, cacian, dan hal negatif lain, mulai dari pemilu raya yang pihak-pihak tertentu memfitnah dengan mengatakan bahwa kampus ini hanya dikuasai oleh aktifis masjid, jadi semuanya dikendalikan terserah mereka dan malah tidak mengayomi golongan lain, atau mungkin yang mengatakan bahwa mentoring adalah prosesn perekrutan kader salah satu partai politik, dan banyak fitnah-fitnah yang lain. Bila kita tidak punya azzam yang kuat, maka bisa saja kita tertekan dan akhirnya menyerah dengan keadaan yang ada, padahal amanah dan hal yang harus kita lakukan lebih banyak dan lebih besar daripada hanya memikirkan fitnah-fitnah yang belum tentu kebenarannya itu, bukannya kita lebih baik memikirkan dan melakukan hal yang memang harus kita lakukan dan cukup menjadikan fitnah itu sebagai instrospeksi diri tanpa terlalu menanggapi fitnah itu.

Oleh:
Muhammad Catur Saifudin
Institut Teknologi Telkom
Bandung, 4 November 2010

Minggu, 31 Januari 2010

7 Januari 2009


7 Januari 2009
Beberapa perubahan yang mulai hari ini harus saya lakukan:
1.Bangun pagi jam 3.20, segera lakukan sholat Tahajud dan sholat Subuh berjamaah
2.Setelah sholat subuh langsung mandi
3.Tilawah setelah sholat(minimal 3 lembar), baik sholat Wajib ataupun Sunnah.
4.Menghafal Al-qur’an, sesuai target.
5.Membaca Al-ma’tsurat, setelah sholat subuh dan setelah Ashar/maghrib
6.20 menit sebelum adzan saya sudah harus siap-siap ke Masjid, jadilah orang pertama yang nyampek masjid.
7.1minggu sekali membuat note.
8.Minimal 1minggu sekali menelpon orang tua.
9.Membiasakan berpikir dan membaca keadaan.
10.Membiasakan saudar-saudara kita ketika kita berdo’a.
Semoga Allah memberi kelapangan..amin....

Jumat, 30 Oktober 2009

corat-coret,, untuk Kesuksesan!!!

Langkah sukses :
1. pahamilah dirimu
2. buatlah sebuah mimpi+program aplikasinya
4. foKus pada mimpi-mimpi anda
5. evaluasi program anda.
selamat bermimpi dan selamat mengaplikasikan mimpi-mimpi anda.


untuk Games,,
1. lempar sessuatu untuk kefokusan.
2. lempar di belakang tembok, untuk mengetahui letak mimpi.

stopper :
Sediakan waktu untuk bekerja; itulah harga sebuah keberhasilan.
Sediakan waktu untuk berpikir; itulah sumber kekuatan.
Sediakan waktu untuk bermain; itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca; itulah landasan kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman; itulah jalan menuju kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk bermimpi; itulah yang membawa kereta anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai; itulah hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda; hari anda terlalu singkat
untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk tertawa; itulah musik jiwa.
(Doa Inggris Kuno)


1. mimpi tidak hanya mengadapkan kita pada kegagalan, tapi mimpi juga bisa memotivasi kita secara konstan
2. Sukses bukan hanya milik orang tertentu.
tapi sukses itu milik saya, anda, dan orang-orang yang menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan mimpi-mimpi
3. ada beberapa perenungan John Wood ketika memutuskan untuk melepaskan Microsoft dan terjun langsung di Room to Read
'Apakah penting berapa banyak salinan Microsoft yang terjual laris di taiwan, padahal ketika itu banyak anak kecil yang mengalami kesulitan mengakses buku?
Apakah pekerjaan saya sungguh-sungguh penting? satu tahun yang sukses hanya akan menambah kaya perusahaan yang sesungguhnya memang sudah kaya.
kamu harus mengakui bahwa Microsoft hanya akan kehilangan kamu hanya dalam waktu 2-3 bulan, karena bakal banyak orang yang mengantri pekerjaan itu.

Memaknai Kembali Sumpah PEMUDA!!!

Semangat Sumpah Pemuda

81 tahun sudah, Momen 28 Oktober adalah momen yang tepat untuk para pemuda Indonesia, karena itu adalah prestasi besar pemuda zaman itu. Ketika kita berada dalam tekanan para penjajah, para pemuda saat itu berusaha untuk membuat suatu gerakan yang satu untuk mempersatukan para pemuda Indonesia, sebuah gerakan yang kembali mengharumkan kaum muda dihadapan masyarakat Indonesia. Gerakan itu telah dimulai ketika kelompok pemuda dari berbagai golongan, suku, agama, aliran politik merasa perlunya sebuah perekat, pemersatu agar bangsa Indonesia semakin solid dan kuat untuk mewujudkan kemerdekaan. Gerakan besar yang menjadi kekuatan peleburan kekuatan pribadi dan golongan yang bersumber dari kesadaran primodialisme etnis menjadi kesadaran kolektif Nasional. Segala persamaan dan perbedaan itu mengkristal dalam arena Kebangsaan yang berbasis Nasionalisme.

Gerakan bersejarah ini awalnya diprakarsai oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia(PPPI), sebuah Organisasi yang beranggotakan pemuda dari hampir seluruh pelosk Indonesia, yang kemudian terealisasikan dalam Kongres Pemuda II. Diselenggarakan rapat akbar para pemuda yang dihadiri oleh wakil-wakil organisasi pemuda, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Cellebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, dan lain-lain. Mereka berhasil mengekang simbol eynisitas masing-masing dan mengangkat nilai-nilai Nasionalisme yang bisa diterima oleh berbagai pihak. Gerakan besar ini akhirnya membuahkan sebuah makana besar, Sumpah Pemuda yang Berikrar

Kami Poetra dan Poetri Indonesia, Mengakoe Bertumpah Darah Jang Satoe, Tanah Air Indonesia

Kami Poetra dan Poetri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia

Kami Poetra dan Poetri Indonesia, Medjoendjeong Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia

Namun ironisnya, Sumpah Pemuda selama ini hanya menjadi sebuah Seremoni tanpa arti dan rutintas tanpa bekas. Artinya, 28 Oktober hanya dijadikan sebagai hari Upacara romantisme sejarah yang dikenang belaka. Padahal dibalik itu terdapat makna terdalam yang ingin disampaikan oleh leluhur kita, yaitu komtmen untuk berbakti dan berbuat yang terbaik untuk bangsa. Salah satu kegagalan bangsa ini adalah kegagalan mengungkap Makna, padahal dengan menemukan makna, bangsa ini akan mampu menghadapi tantangan apapun di dalam perjalanan hidupnya. Untuk itu perlu dibangun lagi kesadaran dalam memaknai sumpah pemuda.

Meneguhkan kembali semangat Pemuda dalam mempersatukan bangsa. Sumpah pemuda yang telah dimuseumkan di Gedung Kramat 106 tidak akan bermakna manakala pemuda Indonesia bertindak statis atau jalan ditempat. Padahal salah satu tujuan museum yang telah dibangun sejak 1972 adalah untuk memberikan teladanbagi pemuda bahwa keanekaragamn Organisasi Pemuda di Nusantara kala itu tetap bisa disatukan dan dikukuhkan demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Generasi Muda adalah penentu arah perjalananbangsa di masa berikutnya. Terlebih mahasiswa, sebagai inti dari Generasi muda, ia mempunyai kelebihan dalam pemikiran ilmiah, semangat muda yang membara, sifat kritis yang menyala, kematangan logika dan kebersihannya dari noda orde di masanya. Mahasiswa adalah motor penggerak utama perubahan. Mahasiswa diakui perannya sebagai kekuatan pendobrak kebekuan dan kejumudan masyarakat. Harapan besar laak ditumpukan kepada pemuda yang berjuluk Mahasiswa. Ditangan mereka, masa depan bangsa ini dititpkan. Di tangan mereka, kunci keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diserahkan. Dan, di pundak mereka, bangsa ini disandarkan.

Namun, kesedihan menyeruak ketika melihat perilaku destruktif, anarkis dan tindakan-tindakan lain yang bertentangan dengan semangat Sumpah Pemuda. Perkelahian pelajar, keterlibatan dalam narkoba dan berbagai tindakan kriminalitas lain mendesakkan keprihatinan kita akan nasib bangsa ini. Jika demikian, kepada siapa lagi nasib bangsa ini dititipkan? Tiba saatnya para pemuda bangkit dari tidur panjang, mengaktualisasikan kembali semangat dan jiwa sumpah pemuda demi masa depan bangsa. Tidak boleh Loyo, tidak boleh ongkang-ongkang, tenang-tenang saja, dan berpangku tangan. Ketiadaan musuh yang bersenjata meriam seharusnya menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Saat ini kita sedang dijajah oleh rasa keegoan dan Individualitas kita sendiri, sehingga kita mulai meninggalkan nilai budaya ketimuran yang dulunya disegani oleh bangsa lain. Ya, sekarang telah terjadi Krisis Pergeseran Moral, apabila kita sedikit menelongok ke beberapa tahun lalu, begitu banyak hal yang padahal dulu dianggap begtu tabu, dilarang bahkan dibuat sebagai bahan Pergunjingan saat ini malah dijadikan sebagai sebuah trend yang menurut suatu golongan itu adalah sebuah gaya masa kini, dan kalau kita tidak mengikutinya berarti kita adalah golongan yang Jadul.

Ayo kita kembalikan jati diri bangsa yang berbudi luhur, mengambalikan Nilai-nilai Pancasila sebagai jati diri bangsa, Menorehkan kembali Semangat Sumpah Pemuda untuk Mengembalikan jati Diri Bangsa. Dengan mulai meninggalkan arus Individualitas, ras, suku, Agama, dan kembali pada Cinta Damai Untuk Negeri Tercinta, INDONESIA. Ayo kembali kita gaungkan semangat Kepemudaan kita, JAYA TERUS INDONESIAKU!! Kami akan terus berbakti kepadamu!!

Dari berbagai sumber, terima kasih pada irhamku.blogspot.com/2007/10/semangat-sumpah-pemuda.html