Kamis, 22 Agustus 2013
AKU+KAMU AKAN BERJUANG HINGGA AKHIR
Ada beberapa hal sia-sia dalam hidup;
Perbuatan yang kita lakukan sia-sia karena tak disertai rasa ikhlas
Perjuangan yang kita lakukan ketika tidak ada tujuan yang jelas
Pengetahuan yang kita miliki tanpa diamalkan
Masalah yang kita hadapi tidak menjadikan kita semakin kuat dan dewasa dalam hidup
Sebulan sudah sejak 15 Februari 2012, hari itu menjadi hari bersejarah buat kita, karena dihari itu juga kita resmi menjadi seorang pengurus BEM 2012. Perjalanan masih cukup panjang hingga akhir kepengurusan nanti. Waktu satu tahun kurang yang kita miliki seharusnya disikapi dengan serius dan total, karena satu tahun bukanlah waktu yang lama dan cukup untuk membayar kepecayaan orang terhadap kita sebagai frontline dalam gerakan mahasiswa di kampus ini.
BEM, tidak ada yang menafikkan bahwa selalu menjadi garda depan perubahan, baik internal maupun eksternal kampus. Ketika suatu pihak/organisasi hanya bisa mempersalahkan keadaan, hanya bisa menyalahkan pihak-pihak tertentu. Sebuah amanah luar biasa ada di pundak BEM, yaitu tidak hanya mengkritisi keadaan tapi juga dituntut solutif dalam rangka penyelesaian suatu masalah.
Sebulan sudah dilalui perjalanan ini, sudah banyak pula yang dialami, mungkin banyak ekspektasi kita yang tidak/belum dapat terpenuhi, mulai dari penempatan di suatu kementrian yang mungkin kurang sesuai dengan keinginan, menteri/kepala badan yang mungkin belum bisa memberi/melakukan apa yang dibutuhkan, teman di internal maupun eksternal kementrian yang kurang sesuai dengan gaya diri kita.
Tapi, itulah seni dalam bekerjasama, berusaha untuk menerima apa yang tidak/kurang sesuai dengan harapan kita. Inilah jalan perjuangan, jumlahnya sedikit, penuh tantangan, dibutuhkan kesolidan, dibutuhkan kepedulian guna menjaga kebersamaan diawal pelantikan hingga diakhir ketika laporan pertanggungjawaban. Karena kita disini untuk belajar dan beramal.
Perjalanan efektif masih sekitar 8 bulan lagi, masih banyak karya yang bisa kita berikan. Masih banyak hal yang akan kita hadapi kedepan, baik itu tantangan yang kita duga atau tidak kita duga. Maka kita harus senantiasa menyiapkan bekal bila kita ingin mengakhiri kabinet ini seperti ketika pelantikan. Meningkatkan kepedulian kepada yang lain, karena yang bisa mempertahankan kita adalah kita sendiri. Mendapatkan pelajaran dari semua kementrian, karena kita adalah pengurus BEM, bukan pengurus suatu kementrian tertentu.
Never Stop Learning dan Continues Improvment harus menjadi pegangan kita untuk terus menyelesaikan perjalanan ini. Teringat sebuah kata bijak:
“Tapi jangan menanti kedatangannya atau menggodanya untuk hadir kesini.
Sekali lagi, jangan pernah menunggu kedatangannya, seperti orang-orang lugu yang tertindas itu, mereka menunggu datangnya Ratu Adil yang tidak pernah datang.
Mereka tidak pernah datang. Mereka bahkan sudah ada disini. Mereka lahir dan besar di negeri ini.
Mereka adalah aku, kau, dan kita semua. Mereka bukan orang lain. Mereka hanya belum mulai.
Mereka hanya perlu berjanji untuk merebut takdir kepahlawanannya;
dan dunia akan menyaksikan gugusan pulau-pulau ini menjelma menjadi untaian kalung zamrud kahtulistiwa yang menghiasi leher sejarah”
-111118005-
Minggu, 27 Januari 2013
Diklan GH-SAR Astacala Angkatan Lembah Hujan
Muhammad Catur saifudin
AM - 024 - LH
Gunung Hutan (GH) dan Search and Rescue (SAR) adalah kegiatan yang terdengar sangat asyik, karena kita bebas menentukan apa saja sendiri. Perlengkapan dan logistik disiapkan hingga satu hari sebelum hari keberangkatan. Pembagian kerja dilakukan dalam hal menurunkan perlengkapan dan pembelian logistik. Tapi proses packing tidak bisa bersamaan karena saat itu ada anggota yang ada kegiatan pada waktu tertentu.
Rata-rata peserta menginap di sekretariat Astacala pada hari H, agar tidak pergerakannya lebih cepat, mengingat di rencana operasi akan berangkat pada pukul 05.30 WIB. Kenyataanya ternyata baru berangkat dari sekre pada pukul 05.40 WIB karena menunggu yang masih makan. Berangkat dan naik angkot dari Radio Palasari ke Kalapa, dilanjutkan ke Ledeng, dari Ledeng naik Elf ke Jalan Cagak Subang, setelah itu dilanjutkan ke Desa Cipancar dengan angkot.
Tiba di lokasi jam09.15 WIB, lebih cepat dari rencana operasi. Kemudian dilanjutkan jalan sesuai jalur yang sudah diplot sebelumnya, disana terkendala bahwa banyak jembatan yang tidak ada di peta, sehingga sempat nyasar, tidak sesuai jalurterpaksa harus kembali lagi dan mengikuti jalur yang sesuai dengan plot jalur. Sempat bingung ketika memilih jalan menuju punggungan, karena jembatannya banyak sekali dan itu sangat berbeda dengan peta yang kita plot.
Pada jam12.00 kami sampai ditempat istirahat untuk makan siang di titik 06042’02” LS lebih cepat dari titik yang kita rencanakan. Setelah itu dilanjutkan dengan perjalanan menuju ke titik camp1. Perjalanan hari pertama terasa sangat melelahkan, ini dikarenakan badannya terasa kaget dan tidak melakukan latihan fisik terlebih dahulu sebelum berangkat. Pada jam15.15 kami diputuskan untuk camp karena dirasa sudah mendapat titik yang landai. Setelah sampai kami membuat camp dan api, ketika jam20.00 kami melakukan evaluasi hari ini dan brieffing untuk hari berikutnya.
Kamis, 14 Juni 2012, ini adalah hari kedua, komandan hari ini adalah Catur, kami bangun jam05.00 setelah itu langsung sholat subuh dan mulai pembagian tugas, ada yang masak dan beresin tenda. Kami selesai makan dan packing jam08.40, lebih sepuluh menit dari ROP yang sudah dibuat. Pada jam yang sama kami mulai melanjutkan perjalanan ke melalui jalur yang sudah ditentukan.
Kami menuju ke puncak gunung Sunda, sempat terbuai karena memperkirakan jarak ke puncak dekat, ternyata puncak lebih tinggi lagi. Pada jam11.50 kami beristirahat di sebelum puncak Gunung Sunda hingga jam13.00 dan kami melanjutkan perjalanan ke titik camp2 yang terletak di punggungan antara Gunung Sunda dan Gunung Wayang, ya di punggungan, yang depan dan belakangnya adalah angin kencang karena angin dari arah lembahan. Jam 16.10 kami mulai membuat camp dan api, hari kedua ini camp dibuat 2 untuk 4 orang dan api tetap 1. Hingga pada jam20.00 kami melakukan evaluasi dan brieffing.
Pada hari ketiga, kami bangun jam05.10 diiringi dengan dentuman suara tembakan dari tempat latihan Kopassus, kegiatan rutinan pun bersegera dilakukan, kami langsung melanjutkan dengan beres-beres camp dan memasak. Setelah makan dan packing kami melanjutkan perjalanan ke camp 3, diperjalanan kami berusaha menghemat air karena air yang dimiliki sangat terbatas. Punggungan antara Gunung Wayang dan Pasir Kukusan adalah target kami, karena disana kami akan mengambil air. Ketika sudah sampai dititik yang dimaksud kami bersegera turun dan mengambil air.
Ketika mulai menuruni Pasir Kukusan kami sempat nyasar, karena punggungan yang dilewati sangat lebar sehingga cukup membingungkan dalam pengambilan jalur yang sesuai dengan yang sudah diplot. Sempat turun lama hingga hampir mencapai lembahan, dan semakin dirasa bahwa jalur yang dilewati salah, sehingga memutuskan naik lagi sampai menemukan pertigaan yang dikira salah. Jalan yang ditempuh ketika naik wah luar biasa, semak-semak layaknya memang tidak ada jalanpun dilewati hingga menemukan ertigaan. Ditempat itu, ditemukan sebuah tanda/marker yang dibuat oleh sekelompok pendaki juga, dicobalah mengikuti tanda itu dan ternyata benar, itu adalah jalur yang tepat. Makan siangpun terlewati karena memang tidak ada tempat datar yang bisa digunakan untuk memasak dan makan. Pada jam16.00 kami memutuskan untuk mencari tempat camp, ketika jam16.15 kami sudah menemukan tempat camp yang dikira cukup bisa, langsung diputuskan untuk istirahat dan mulai mendirikan camp.
Hari itu adalah waktunya bivak alam, pembagian kerjapun dilakukan, ada yang bertugas cari pakis, ada yang mencarai dau pisang, ada juga yang mencari kayu untuk kerangkanya, semua langsung bergegas karena mengingat hari yang semakin sore. Sambil mulai menyusun dan membuat bivak alam, ada yang mulai mencari kayu untuk api. Pada jam20.20 kami mulai makan malam, setelah makan malam langsung evaluasi dan brieffing. Tepat pada jam21.30 kami mulai melakukan tidur kalong hingga jam22.50. setelah selesai tidur kalong, kami memutuskan untuk mlai istirahat.
Hari keempat, bangun jam05.40 karena sepertinya tampak kelelahan. Semua bangun dengan penuh semangat karena berfikir bahwa hari ini akan segera sampai. Kami bergegas beres-beres dan makan,, kemudian dilanjutkan dengan trecking. Dititik yang agak landai dilakukan praktek SAR selama kurang lebih 2 jam. Setelah praktek SAR kdilanjut dengan trecking hingga ke Desa Cipancar. Dan ternyata disana kami mendapatkan tumpangan hingga menuju Jalancagak. Dari Jalancagak kami menikmati suasana angkot dengan beristirahat hingga smapai di sekre. Sungguh pengalaman GH dan SAR yang menyenangkan.
Rabu, 09 Februari 2011
Keajaiban Al Qur’an dan Ilmu Pengetahuan
Benar kiranya jika Al Qur’an disebut sebagai mukjizat. Bagaimana tidak, ternyata ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di abad ke 7 masehi di mana ilmu pengetahuan belum berkembang (saat itu orang mengira bumi itu rata dan matahari mengelilingi bumi), sesuai dengan ilmu pengetahuan modern yang baru-baru ini ditemukan oleh manusia.
Sebagai contoh ayat di bawah:
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” [Al Anbiyaa:30]
Saat itu orang tidak ada yang tahu bahwa langit dan bumi itu awalnya satu. Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang dan teori ilmiyah lainnya menyatakan bahwa alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu. Kemudian akhirnya pecah menjadi sekarang ini.
Kemudian ternyata benar segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu pasti mengandung air dan juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah satu indikasi adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil ada kehidupan. Inilah satu kebenaran ayat Al Qur’an.
Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:
“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)
Langit yang mengembang (Expanding Universe)
Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)
Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.
Menurut Stephen Hawkings dengan teori Big Bang, sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Teori lain seperti Inflationary juga berpendapat jagad raya terus berkembang. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.
Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.
Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.
Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.
Gunung yang Bergerak
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.” [QS 27:88]
14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Qur’an disebutkan gunung itu bergerak.
Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.
Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.
Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.
Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.
Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:
Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)
Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)
Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.
“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (Al Qur’an, 15:22)
Ramalan Kemenangan Romawi atas Persia
“Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (Al Qur’an, 30:1-4)
Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)
Diselamatkannya Jasad Fir’aun
“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu” [QS 10:92]
Foto Fir'aun Ramses 2Maurice Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Fir’aun di Mesir. Pada mumi Ramses II Dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat tinggi pada tubuhnya. Dia baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata Ramses II ini adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah swt ketika sedang mengejar Nabi Musa as.
Injil & Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam; tetapi hanya Al-Quran yang kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah swt, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Perhatikan bahwa Nabi Muhammad saw hidup 3000 tahun setelah kejadian tersebut, dan tidak ada cara informasi tersebut (selamatnya mayat Ramses II) dapat ditemukan beliau (karena di Injil & Taurat pun tidak disebut). Makam Fir’aun, Piramid, yang tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817. Namun Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang firman Allah swt (bukan buatan Nabi Muhammad saw).
Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan
Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]
Kita dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang berpasangan baik dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup. Yang penting adalah untuk mengingat pemikiran yang dijelaskan dalam ayat itu secara rambang dan untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dengan Sains masa ini.
Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:
“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”
Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui letupan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan.
Tulisan di atas hanyalah sebagian kecil dari keajaiban Al Qur’an yang ada dan ternyata sesuai dengan ilmu pengetahuan modern. Bagi yang ingin tahu lebih banyak silahkan baca buku referensi di bawah.
Jelas Al Qur’an itu benar dan tak ada keraguan di dalamnya.
”Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]
Jika agama lain bisa punya lebih dari 4 versi kitab suci yang berbeda satu dengan lainnya, maka Al Qur’an hanya ada satu dan tak ada pertentangan di dalamnya:
”Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” [An Nisaa’:82]
Al Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang bisa dihafal jutaan manusia (Hafidz/penghafal Al Qur’an) sehingga keaslian/kesuciannya selalu terjaga.
.
Sumber:
Harun Yaya
Mukjizat Al Qur’an, Prof. Dr. Quraisy Syihab
BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern
Dr. Maurice Bucaille
Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science
Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi
Penerbit Bulan Bintang, 1979
Kramat Kwitang I/8 Jakarta
http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-15-1181/
http://media-islam.or.id/2007/11/07/keajaiban-al-quran-dan-ilmu-pengetahuan/
Langganan:
Postingan (Atom)



